Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Community Participation In Village Development Planning In Nggembe Village, Bolo District, Bima Regency Firmansyah Firmansyah; Arif Budiman; Salahuddin Salahuddin; Abdul Kadir
LITERACY : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Vol. 3 No. 2 (2024): August : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities 
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/literacy.v3i2.1413

Abstract

Regional autonomy is the implementation of territorial decentralization within the constitutional framework of Indonesia. As a result, regions have the rights, authority, and obligations to manage and govern their own household affairs in accordance with applicable laws and regulations. Democratization, empowerment, and public participation are the goals of the Regional Autonomy policy rollout in Indonesia. To achieve this, the government implements various decentralization policies. Provinces and districts are granted limited autonomy, while villages are given original autonomy. Both individuals and groups or communities engage in activities known as community participation, aiming to achieve communal goals by aligning their interests or relationships with organizations or the broader community. This study conducts qualitative descriptive research. The findings indicate that leadership, communication, and education influence community participation in Nggembe Village. The results show that the village head acts as a good leader; communication between the village government and the community is effective; and that the Nggembe Village population has a low level of education.
Konstruksi Adaptasi Implementasi MBKM dalam Perspektif Kapasitas Kelembagaan dan Asimetri Akses Pendidikan Tinggi Regional Rifai Rifai; Mukhlis Ishaka; Abdul Kadir; Haeril Haeril
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1177

Abstract

Implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di perguruan tinggi daerah periferal menghadapi kesenjangan antara desain kebijakan nasional dan kapasitas kelembagaan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika implementasi kebijakan tersebut di perguruan tinggi Kota Bima dengan menelaah kapasitas institusi, strategi adaptasi lokal, ketimpangan akses mahasiswa, dan mekanisme evaluasinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pimpinan perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa, serta analisis dokumen kurikulum, laporan kegiatan, dan dokumen kerja sama. Data dianalisis melalui pengkodean, kategorisasi, dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antusiasme institusi terhadap kebijakan nasional belum diimbangi oleh kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur digital, jaringan kemitraan, dan dukungan finansial mahasiswa. Kondisi tersebut mendorong perguruan tinggi mengadaptasi program melalui kegiatan berbasis komunitas, desa, dan pemerintah daerah. Namun, adaptasi ini belum sepenuhnya mengatasi ketimpangan akses dan kecenderungan evaluasi yang masih berorientasi administratif. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan di daerah periferal bersifat kontekstual, adaptif, dan tidak linear. Keberhasilannya memerlukan penguatan kapasitas kelembagaan, dukungan afirmatif bagi mahasiswa, pengembangan kemitraan lokal, dan evaluasi berbasis capaian pembelajaran.