Penghantaran nanopartikel dideskripsikan sebagai formulasi suatu partikel yang terdispersi pada ukuran nanometer atau skala per seribu mikron. Daun sukun mengandung senyawa flavonoid yang tinggi, jenis flavonoid yang terkandung yaitu artocarpin dan kuersetin yang berfungsi sebagai antioksidan. Salah satu polimer yang dapat diaplikasikan dalam formulasi nanopartikel adalah kitosan dengan agen silang karagenan. Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik nanopartikel ekstrak daun sukun dengan metode gelasi ionik dan aktivitas antioksidan nanopartikel ekstrak daun sukun. Pada penelitian ini meliputi pengambilan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi, analisis UPLC-MS/MS, uji aktivitas antioksidan, formulasi larutan nanopartikel, uji % transmitan, uji Particle Size Analyzer (PSA), pengukuran zeta potensial dan distribusi ukuran partikel. Penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak dan nanopartikel ekstrak didapatkan nilai IC50 19,8 ?g/mL dan 12,3 ?g/mL dengan intensitas sangat kuat. Hasil karakterisasi nanopartikel ekstrak daun sukun dengan perbandingan ekstrak daun sukun: karagenan: kitosan F1 (0,2%:0,1%:0,2%); F2 (0,2%:0,2%:0,2%); F3 (0,2%:0,1%:0,4%); dan F4 (0,2%:0,2%:0,4%) menunjukkan % transmitan berurutan 93,616%; 94,569%: 95,853%; dan 95,910%. Hasil uji PSA berurutan adalah 768 nm; 565 nm; 278 nm; dan 75 nm. Hasil zeta potensial berurutan -12 mV; -0,2 mV; -0,2 mV; dan -19,7 mV. Dapat disimpulkan bahwa dengan adanya variasi konsentrasi karagenan dan kitosan pada masing-masing formula dapat mempengaruhi uji transmitan, ukuran partikel, distribusi ukuran partikel dan nilai zeta potensial.
Copyrights © 2026