Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi dan sejarah lokal yang berkembang di Desa Ciranggon, menganalisis pemahaman serta keterlibatan generasi muda terhadap tradisi dan sejarah lokal, mengkaji upaya revitalisasi yang dilakukan, serta menjelaskan peran revitalisasi tradisi dan sejarah lokal dalam meningkatkan kesadaran nasionalisme generasi muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta generasi muda Desa Ciranggon. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Ciranggon masih memiliki berbagai tradisi dan sejarah lokal yang tetap dilestarikan, seperti tradisi Ngunjung, Sedekah Bumi, kegiatan keagamaan, serta keberadaan situs sejarah Sumur Keramat Jati, Makam Syekh Abidin, dan Situs Lulugu. Pemahaman generasi muda terhadap tradisi dan sejarah lokal tergolong cukup baik, namun tingkat keterlibatan mereka dalam kegiatan pelestarian budaya masih belum merata akibat pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi. Upaya revitalisasi dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, Karang Taruna, dan masyarakat dengan melibatkan generasi muda dalam kegiatan budaya serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi budaya lokal.
Copyrights © 2026