Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Relevance Compulsory Learning in Basic Education, Pancasila Students and The Golden Generation of Indonesia in 2045 Fitri Silvia Sofyan; Aris Riswandi Sanusi
Journal Civics and Social Studies Vol 7, No 1 (2023): Vol 7 no 1 Tahun 2023
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v7i1.2969

Abstract

The results of this study indicate that an educational strategy is needed to create the Indonesian Generation towards 2045 as a superior generation. Careful, well-planned strategy and integrated steps for all elements of the nation. In this case basic education is the foundation for seeking to improve the quality of human resources. As stated in article 6 of RI Law No. 20 of 2003 "every citizen aged seven to fifteen years is obliged to attend basic education". The Pancasila Student Profile is designed according to the expectations or results of the Indonesian education system. As stated in the Ministry of Education and Culture (2021: 1) what is meant by Pancasila Students is: "Indonesian students are lifelong students who are competent, have character, and behave according to Pancasila values". This statement is closely related to two things, namely: "the competence to become citizens of a democratic Indonesia and to become superior and productive human beings in the 21st Century". In this case, Indonesian students are expected to be able to participate in global development that is sustainable and resilient in facing various challenges. Keywords: 12 Years Fair Education, Pancasila Students, Indonesian Golden Generation
Peran Guru Membiasakan Menyanyikan Lagu Nasional Sebagai Pembentukan Nasionalisme Siswa Nyai Yati; Fitri Silvia Sofyan; Nadya Putri Syalendra
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i1.15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membiasakan untuk menyanyi lagu nasional sebagai pembentukan semangat nasionalisme siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian sebanyak 10 siswa kelas VIII dan 1 guru PPKn. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan menggunakan tringulasi. Hasil penelitian sebagai berikut: pertama, guru berperan dalam membiasakan menyanyikan lagu nasional sebagai pembentukan semangat nasionalisme siswa dengan melakukan cara konsisten dalam membiasakan menyanyikan lagu nasional. Kedua, lagu nasional berperan dalam pembentukan semangat nasionalisme siswa dilihat dari adanya perasaan bertambah cinta pada tanah air siswa setelah menyanyikan lagu nasional. Ketiga, hambatan guru dalam membiasakan menyanyikan lagu nasional ada beberapa hambatan dimulai dari ketidak-hafalkan siswa pada lirik dan nada lagu nasional dan kurang nya rasa khidmat siswa ketika menyanyikan lagu nasional membuat guru lebih kreatif lagu dalam membiasakan menyanyikan lagu nasional. Guru berperan dalam membiasakan menyanyikan lagu nasional dilihat dari bertambahnya rasa cinta siswa pada tanah air setelah menyanyikan lagu nasional.
Penguatan Disiplin Siswa Melalui Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Kartika Dewi; Nadya Putri Saylendra; Fitri Silvia Sofyan
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 4 (2021): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i4.388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan kedisiplinan siswa melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada siswa kelas VII MTs. Alhidayah Kedungwaringin Bekasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatifdengan metode deskriptif tentang bagaimana proses penguatan kedisiplinan melalui pembelajaran PPKN. Pengumpulan data yang dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa guru berperan dalam proses menumbuhkan kesadaran dalam kedisiplinan untuk membentuk karakter baik pada siswa dengan menerapkan pembelajaran yang menggunakan strategi ceramah dan diskusi disertai dengan media pembelajaran agar menambah ketertarikan untuk siswa mengikuti pelajaran, serta menerapkan contoh-contoh nilai kedisiplinan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari seperti materi “Norma dan Keadilan” yang banyak sekali mengandung nilai kedisiplinan dan nilai pancasila yang dapat siswa terapkan untuk disekolah maupun dilingkungan masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa penguatan kedisiplinan siswa melalui pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaran berjalan baik dan tersampaikan.
Analisis Sistem Pembelajaran Daring Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang Debby Yolanda Siburian; Fitri Silvia Sofyan; Tridays Rapelita
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 7 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i7.406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis “Sistem Pembelajaran Daring Terhadap Motivasi Mahasiwa Unversitas Buana Perjuangan Karawang”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif menggunakan analisis deskriptif, yang dilatarbelakangi karena terdapat banyaknya keluhan-keluhan yang terjadi baik oleh pendidik dan peserta didik dilingkungan masyarakat. Subjek penelitian terdiri atas ketua Buana Online Course (BOC), perwakilan dosen universitas buana perjuangan karawang, dan perwakilan mahasiswa kristen yang terpilih secara acak. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil dari penelitian yang didapat menunjukkan mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang mengalami penurunan motivasi belajar, dimana pada saat pembelajaran daring berlangsung mahasiswa menjadi cepat bosan karena banyaknya gangguan yang dialami selama proses pembelajaran daring yang membuat mahasiswa menjadi tidak fokus dan tidak memahami materi yang diberikan oleh dosen.