Model ekonomi linear tradisional (take-make-dispose) memicu penumpukan limbah tidak terurai yang merusak ekosistem perkotaan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan prinsip circular economy melalui digitalisasi, pelatihan teknis, dan restrukturisasi manajemen rantai pasok pada UMKM Anyaman Limbah di Kelurahan Kasemen, Kota Serang. UMKM mitra menghadapi kendala keterbatasan tenaga kerja tunggal, rendahnya literasi pemasaran digital, kesulitan pasokan bahan baku alas keset menyerap air, serta rendahnya apresiasi harga pasar lokal (keset dihargai Rp8.000–Rp10.000 dan tikar Rp100.000–Rp150.000). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis pendampingan tindakan (action-research) melalui tahapan audit limbah, transfer teknologi mesin, diversifikasi produk, pelatihan digital marketing, dan pembentukan ekosistem kolaboratif tingkat kelurahan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi operasional harian hingga 30%, perluasan jaringan pasar non-lokal berbasis platform digital, dan peningkatan kapasitas nilai tambah estetika produk. Kegiatan ini membuktikan bahwa internalisasi budaya sirkular dapat mengubah beban limbah lingkungan menjadi aset ekonomi kreatif yang tangguh.
Copyrights © 2026