Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi cashless payment pada Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula di UPTD Terminal Tipe B dan Trans Perkotaan Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas Kepala UPTD, Kepala Seksi Operasional dan Layanan Trans Perkotaan, operator BRT, serta pengguna BRT Banjarbakula. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi cashless payment pada BRT Banjarbakula telah berjalan cukup baik. Komunikasi dilakukan melalui sosialisasi bertahap dan pendampingan langsung; sumber daya manusia dan fasilitas pendukung tersedia memadai; disposisi pelaksana menunjukkan sikap positif dan responsif; serta struktur birokrasi didukung oleh Standar Operasional Prosedur (SOP) dan koordinasi antarpihak yang berjalan baik. Kendala yang masih ditemukan berupa gangguan teknis pada perangkat pembayaran yang menyebabkan kartu elektronik terkadang tidak terbaca oleh mesin. Namun, kendala tersebut tidak menghambat pelaksanaan sistem secara keseluruhan karena telah ditangani melalui pemeriksaan dan pemeliharaan perangkat secara berkala.
Copyrights © 2026