Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan wilayah pesisir dengan potensi sumber daya perikanan yang melimpah, di mana sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari kegiatan penangkapan ikan tradisional. Salah satu alat tangkap yang banyak digunakan adalah gombang, yaitu alat tangkap pasif yang memanfaatkan arus pasang surut untuk menangkap ikan dan udang. Namun, informasi ilmiah mengenai komposisi hasil tangkapan alat ini masih terbatas, khususnya di Desa Maini Darul Aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, jumlah, dan proporsi hasil tangkapan alat tangkap gombang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei dan observasi lapangan selama 14 kali trip penangkapan. Data yang dikumpulkan meliputi jenis, jumlah, dan berat hasil tangkapan serta parameter perairan seperti suhu, salinitas, dan arus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 jenis biota tertangkap, terdiri atas 4 jenis tangkapan utama (main catch), 10 tangkapan sampingan (bycatch), dan 6 tangkapan buangan (discard). Spesies dominan adalah udang putih (Penaeus merguiensis) dengan proporsi 90,63% dari total tangkapan 88.581 individu. Kondisi lingkungan perairan memiliki salinitas 27–30 ppt, suhu 28–32°C, dan kecepatan arus 0,3–0,8 m/s. Secara keseluruhan, alat tangkap gombang menunjukkan efisiensi tinggi, selektivitas baik, dan potensi keberlanjutan dalam perikanan tangkap tradisional.
Copyrights © 2026