Pertumbuhan UMKM coffee shop mendorong adopsi teknologi digital, namun sekaligus meningkatkan tantangan dalam pengelolaan food waste, efisiensi sumber daya, dan keberlanjutan bisnis. Meskipun berbagai teknologi seperti point of sale (POS), inventori digital, analitik data, dan platform food sharing telah banyak digunakan, pemanfaatannya sering kali belum didukung oleh mekanisme tata kelola yang mampu menyelaraskan investasi teknologi dengan tujuan keberlanjutan. Penelitian ini mengembangkan COBIT-Lite Sustainable IT Governance Model for Coffee Shop SMEs (CL-SITG-CS Model), yaitu model tata kelola TI yang disederhanakan dan disesuaikan dengan karakteristik serta keterbatasan sumber daya UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan konseptual berbasis sintesis literatur integratif yang mencakup IT Governance, COBIT 2019, digital capability, food waste management, circular economy, dan sustainable performance. Model yang diusulkan terdiri atas enam lapisan, yaitu: (1) COBIT-Lite Governance Direction, (2) SME Digital Governance Enablers, (3) Digital Capability, (4) Food Waste Management, (5) Circular Economy Practices, dan (6) Sustainable SME Performance. Hasil sintesis menunjukkan bahwa adaptasi selektif terhadap objektif COBIT 2019, khususnya domain Evaluate, Direct and Monitor (EDM) untuk tata kelola dan Align, Plan and Organize (APO) untuk pengelolaan sumber daya, data, serta risiko, dapat menjadi fondasi tata kelola TI yang sederhana namun efektif bagi UMKM coffee shop. Model tersebut mampu mendorong pengembangan kapabilitas digital, mengoptimalkan pengurangan food waste, mendukung praktik ekonomi sirkular, serta meningkatkan kinerja keberlanjutan berdasarkan dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial. Secara teoretis, penelitian ini memperluas paradigma IT Governance dari business–IT alignment menuju sustainability-oriented IT Governance, sedangkan secara praktis model CL-SITG-CS menyediakan panduan implementasi tata kelola TI yang sesuai dengan karakteristik UMKM coffee shop.
Copyrights © 2026