Wasting merupakan masalah gizi akut yang masih menjadi isu global dan nasional, dengan prevalensi tertinggi pada balita usia 12–23 bulan di Indonesia. Kota Metro termasuk daerah dengan kasus wasting tinggi di Provinsi Lampung. Salah satu penyebabnya adalah pemberian MP-ASI yang tidak tepat, yang dipengaruhi oleh sikap ibu. Sikap tersebut dapat diubah melalui gaya komunikasi tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gaya komunikasi terhadap sikap MP-ASI pada ibu balita wasting usia ≥6–59 bulan di Kecamatan Metro Pusat. Metode Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest pada 42 ibu balita wasting menggunakan total sampling. Responden dibagi menjadi tiga kelompok intervensi: komunikasi persuasif, agresif, dan pasif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap MP-ASI dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian Terjadi peningkatan skor sikap pada semua kelompok, dengan peningkatan tertinggi pada komunikasi persuasif (12,8), diikuti agresif (6,35) dan pasif (3,28). Terdapat pengaruh signifikan gaya komunikasi terhadap sikap (p=0,000), dengan komunikasi persuasif sebagai yang paling efektif. Tenaga kesehatan disarankan menerapkan komunikasi persuasif secara konsisten dalam edukasi gizi serta penelitian selanjutnya perlu melibatkan sampel lebih besar dan desain longitudinal untuk menilai keberlanjutan perubahan sikap
Copyrights © 2026