Usastiawaty Usastiawaty
Universitas Malahayati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Motivasi Kerja Tenaga Perawat di RSD DR. A. DADI TJOKRODIPO Gilang Agusman; Samino Samino; Usastiawaty Usastiawaty
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.22707

Abstract

ABSTRACT Work motivation is a psychological drive that influences the direction, intensity, and persistence of a person in performing work to achieve certain goals. The level of work motivation among nurses at DR A. Dadi Tjokrodipo Hospital is not yet satisfactory. This quantitative analytical study used a cross-sectional design with a closed-ended questionnaire (G-form) as the measurement tool. The study sample consisted of 94 respondents, the data were analyzed using Smart PLS 3.0. The results showed that there was a direct effect of hospital policy (Path Coefficient 0.092, t-statistic 2.026, p-value 0.043), compensation (Path Coefficient 0.156, t-statistic 2.949, p-value 0.003), working conditions (Path Coefficient 0.211, t-statistic 2.056, p-value 0.040) on work motivation. There is a direct effect of hospital policy (Path Coefficient 0.139, t-statistic 2.463, p-value 0.014), compensation (Path Coefficient 0.616, t-statistic 7.977, p-value 0.000), working conditions (Path Coefficient 0.238, t-statistic 2.705, p-value 0.007), on responsibility. There is an indirect effect of hospital policy (Path Coefficient 0.062, t-statistic 2.219, p-values 0.027), compensation (Path Coefficient 0.276, t-statistic 4.188, p-value 0.000), working conditions (Path Coefficient 0.107, t-statistic 2.354, p-value 0.019) on work motivation through responsibility. Hospital management needs to pay attention to promotion procedures being carried out openly and transparently, salaries commensurate with workload, creating smooth communication between departments, creating motivation and opportunities for development, so that nurse job satisfaction can be better realized. Keywords: Hospital Policy, Compensation, Working Conditions, Responsibility, Motivation.  ABSTRAK Motivasi kerja adalah dorongan psikologis yang mempengaruhi arah, intensitas, dan ketekunan seseorang dalam melakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan tertentu. Tingkat motivasi kerja tenaga perawat di RSD DR A,Dadi Tjokrodipo  belum memuaskan. Jenis penelitian  kuantitatif  analitik dengan rancangan cross sectional  menggunakan alat ukur instrument quesioner tertutup (G-form). Sampel penelitian sebanyak 94 responden, data dianalisis menggunakan Smart PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh langsung kebijakan rumah sakit (Path Coefficient 0,092, t-statistik 2,026, p-value 0,043) kompensasi (Path Coefficient 0,156, t-statistik 2,949, p-value 0,003), kondisi kerja (Path Coefficient 0,211, t-statistik 2,056, p-value 0,040) terhadap motivasi kerja. Ada pengaruh langsung kebijakan rumah sakit (Path Coefficient 0,139, t-statistik 2,463, p-value 0,014), kompensasi (Path Coefficient 0,616, t-statistik 7,977, p-value 0,000), kondisi kerja (Path Coefficient 0,238, t-statistik 2,705, p-value 0,007), terhadap tanggung jawab. Ada pengaruh tidak langsung kebijakan rumah sakit (Path Coefficient 0,062, t-statistik 2,219, p-values 0,027), kompensasi (Path Coefficient 0,276, t-statistik, 4,188 p-value 0,000), kondisi kerja (Path Coefficient 0,107, t-statistik 2,354, p-value 0,019), terhadap motivasi kerja melalui tanggung jawab. Manajemen rumah sakit perlu memberikan apresiasi atas kontribusi tenaga perawat serta menjamin keamanan finansial, guna meningkatkan motivasi kerja. Perawat diharapkan terus menjaga dan meningkatkan motivasi melalui kerja sama serta hubungan yang harmonis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain dan mengembangkan metode intervensi yang lebih komprehensif terkait motivasi kerja. Kata Kunci: Kebijakan Rumah Sakit, Kompensasi, Kondisi Kerja, Tanggung Jawab, Motivasi.
Pengaruh Gaya Komunikasi Terhadap Sikap MP-ASI pada Ibu Balita Wasting Di Kecamatan Metro Pusat Kota Metro Provinsi Lampung Sri Yuliani; Lolita Sary; Syafik Arisandi; Usastiawaty Usastiawaty; Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61558

Abstract

Wasting merupakan masalah gizi akut yang masih menjadi isu global dan nasional, dengan prevalensi tertinggi pada balita usia 12–23 bulan di Indonesia. Kota Metro termasuk daerah dengan kasus wasting tinggi di Provinsi Lampung. Salah satu penyebabnya adalah pemberian MP-ASI yang tidak tepat, yang dipengaruhi oleh sikap ibu. Sikap tersebut dapat diubah melalui gaya komunikasi tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gaya komunikasi terhadap sikap MP-ASI pada ibu balita wasting usia ≥6–59 bulan di Kecamatan Metro Pusat. Metode Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest pada 42 ibu balita wasting menggunakan total sampling. Responden dibagi menjadi tiga kelompok intervensi: komunikasi persuasif, agresif, dan pasif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap MP-ASI dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian Terjadi peningkatan skor sikap pada semua kelompok, dengan peningkatan tertinggi pada komunikasi persuasif (12,8), diikuti agresif (6,35) dan pasif (3,28). Terdapat pengaruh signifikan gaya komunikasi terhadap sikap (p=0,000), dengan komunikasi persuasif sebagai yang paling efektif. Tenaga kesehatan disarankan menerapkan komunikasi persuasif secara konsisten dalam edukasi gizi serta penelitian selanjutnya perlu melibatkan sampel lebih besar dan desain longitudinal untuk menilai keberlanjutan perubahan sikap