Tradisi ngejot merupakan praktik budaya masyarakat Suku Sasak di Desa Lenek, Lombok Timur, yang berupa kegiatan berbagi makanan kepada keluarga, tetangga, dan pemimpin masyarakat, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi makna sosial dan religius tradisi ngejot serta nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka (library research), melalui penelusuran, kajian, dan interpretasi literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ngejot mengandung makna sosial yang mendalam, meliputi penguatan solidaritas sosial, gotong royong, toleransi antarumat beragama, serta pelestarian kearifan lokal lintas generasi. Secara religius, tradisi ini merupakan manifestasi nilai-nilai Islam seperti syukur, silaturahmi, ukhuwah islamiyah, dan sedekah, sekaligus mencerminkan nilai punia dalam tradisi Hindu. Upaya pelestarian tradisi ini dilakukan melalui pelibatan generasi muda, pemanfaatan media sosial, dan peran aktif tokoh masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi ngejot bukan sekadar ritual seremonial, melainkan instrumen kultural yang efektif dalam membangun masyarakat yang inklusif, harmonis, dan berkarakter kuat di tengah arus modernisasi.
Copyrights © 2024