SOCED SASAMBO : Journal of Social Education Sasambo
SOCED SASAMBO: Journal of Social Education Sasambo berfokus pada pengembangan dan diseminasi kajian ilmiah di bidang Pendidikan Ilmu Sosial dan Pendidikan Sosiologi yang menekankan integrasi antara teori sosial, praktik pendidikan, dan konteks sosial-budaya lokal, khususnya kearifan lokal masyarakat Sasambo (Sasak, Samawa, dan Mbojo) dalam perspektif nasional dan global. Jurnal ini menjadi wadah bagi peneliti, pendidik, praktisi dan mahasiswa untuk mempublikasikan hasil riset, kajian konseptual, serta praktik inovatif dalam pendidikan dan sosial. Scope Ruang lingkup artikel yang diterima dalam jurnal ini meliputi, tetapi tidak terbatas pada: Pendidikan Sosiologi dan Ilmu Sosial :Pembelajaran Sosiologi, IPS, dan Pendidikan Kewarganegaraan, Kurikulum dan pengembangan perangkat pembelajaran ilmu sosial dan Evaluasi dan asesmen pembelajaran sosial. Kearifan Lokal dan Pendidikan Berbasis Budaya : Nilai, norma, dan praktik sosial masyarakat Sasambo, Pendidikan berbasis kearifan lokal dan multikultural serta Pelestarian budaya melalui pendidikan sosial. Sosiologi Pendidikan dan Dinamika Sosial : Relasi pendidikan, kekuasaan, dan perubahan sosial, Pendidikan dan ketimpangan sosial, Gender, inklusi sosial, dan keadilan dalam pendidikan Pendidikan Resolusi Konflik dan Perdamaian : Pendidikan resolusi konflik dan toleransi, Pendidikan multikultural dan kebhinekaan, Modal sosial, solidaritas, dan kohesi sosial dalam pendidikan. Pendidikan, Pembangunan, dan Isu Kontemporer : Pendidikan dan pembangunan berkelanjutan (SDGs), Ketahanan sosial, ketahanan pangan, dan lingkungan hidup, Pendidikan masyarakat adat dan komunitas lokal. SOCED SASAMBO: The Journal of Social Education Sasambo focuses on the development and dissemination of scientific studies in the field of Social Science Education and Sociology Education that emphasizes the integration between social theory, educational practice, and local socio-cultural contexts, especially the local wisdom of the Sasambo people (Sasak, Samawa, and Mbojo) in a national and global perspective. This journal is a forum for researchers, educators, practitioners and students to publish research results, conceptual studies, and innovative practices in education and society. The scope of articles accepted in this journal includes, but is not limited to: Sociology and Social Sciences Education: Sociology, Social Studies, and Civics Education, Curriculum and Development of Social Science Learning Tools and Social Learning Evaluation and Assessment. Local Wisdom and Culture-Based Education: Values, norms, and social practices of the Sasambo community, Local and multicultural wisdom-based education and Cultural preservation through social education. Sociology of Education and Social Dynamics: The relationship between education, power, and social change, education and social inequality, Gender, social inclusion, and justice in education. Conflict Resolution and Peace Education: Conflict resolution and tolerance education, Multicultural education and diversity, Social capital, solidarity, and social cohesion in education. Education, Development, and Contemporary Issues: Education and sustainable development (SDGs), Social resilience, food security, and the environment, Indigenous peoples and local community education.
Articles
32 Documents
Kompetensi Pedagogik Dan Profesional Guru Sosiologi Tersertifikasi Dalam Proses Pembelajaran Daring Dan Luring Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMAN 6 Mataram
Baiq Siti Lauhil Bariah;
Hairil Wadi;
Suud Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 1 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i1.5024
Penelitian ini bertujuan guna mengetahui: (1) kompetensi pedagogik dan profesional guru sosiologi tersertifikasi selama wabah covid-19 mengenai proses pembelajaran daring dan luring di SMAN 6 Mataram; (2) persamaan dan perbedaan kompetensi pedagogik dan profesional guru sosiologi tersertifikasi sepanjang proses pembelajaran daring dan luring selama wabah covid-19 di SMAN 6 Mataram. Pendekatan metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data dengan menggunakan metode wawancara terorganisir, observasi, dan dokumentasi. Dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan langkah awal dalam analisis data dengan menggunakan paradigma Miles dan Huberman. Hasil penelitian menujukkan bahwa : (1) Guru sosiologi tersertifikasi SMAN 6 Mataram memiliki kompetensi pedagogik dan profesional yang baik dalam mekanisme pembelajaran daring dan luring selama wabah covid-19; (2) Terdapat persamaan kompetensi pedagogik guru sosiologi tersertifikasi dalam hal perencanaan, dan evaluasi pembelajaran, sedangkan perbedaan ditemukan dalam hal pelaksanaan pembelajaran daring dan luring. Adapun persamaan pada ranah kompetensi profesional ditunjukkan dalam hal penguasaan materi, KI dan KD, serta keahlian IPTEK dalam hal perencaanaan, dan evaluasi, sedangkan perbedaan ditemukan pada tahap penyelenggaraan pembelajaran daring dan luring selama wabah covid-19 di SMAN 6 Mataram.
Pernikahan Dini Pada Masa Covid-19 di Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat
Elma Tiana;
Masyhuri Masyhuri;
Hamidsyukrie ZM
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 1 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i1.5025
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui sebaran pernikahan dini pada masa Covid-19 di Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat berdasarkan status pendidikan, pekerjaan dan pendapatan orang tua, faktor penyebab, dampak serta solusi dari orang tua dan pemerintah kecamatan mengenai permasalahan pernikahan dini pada masa Covid-19 di Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, jenis data yaitu data primer dan sekunder serta sumber data berupa subjek dan informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data yakni teknik analisis kualitatif model miles dan Huberman dengan prosedur yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu sebaran pernikahan dini di Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat dilihat dari status pendidikan orang tua maka tergolong rendah, status pekerjaan sebagai petani, peternak, pekebun, pebisnis, dan tukang kayu, status pendapatan digolongkan ke masyarakat menuju kelas menengah, faktor penyebabnya yaitu faktor individu, keluarga dan lingkungan, dampaknya yaitu dampak secara biologis, psikologis, sosial, serta ekonomi, serta solusi dari orang tua dan pemerintah kecamatan mengenai permasalahan pernikahan dini pada masa Covid-19 di Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat yaitu dengan melakukan tindakan preventif dan represif.
Peran Media Sosial Instagram dalam Pembentukan Sikap Sosial Remaja (Studi di BTN Bukit Permai blok CC, Kecamatan Seketeng, Kabupaten sumbawa Besar)
Resta Ayu Ramdhany;
Masyhuri Masyhuri;
Suud Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 2 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i2.5034
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui fitur media sosial Instagram yang sering diakses oleh remaja di BTN Bukit Permai blok CC, Kecamatan Seketeng, Kabupaten Sumbawa Besar; 2) Untuk mengetahui sikap sosial remaja setelah mengakses fitur media sosial Instagram yang disukainya; dan 3) Untuk mengetahui peran media sosial Instagram dalam pembentukan sikap sosial remaja. Metode studi kasus dipadukan dengan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, dengan subjek penelitian dan informan penelitian sebagai sumber data. Observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data. Metode pemeriksaan informasi dalam penelitian ini adalah strategi pemeriksaan subyektif model Miles dan Huberman dengan teknik khusus penurunan informasi, pengungkapan informasi dan penentuan pencapaian. (1) Fitur yang sering diakses remaja di BTN Bukit Permai Blok CC Kecamatan Seketeng Kabupaten Sumbawa Besar adalah fitur kamera, Instastory, dan Browser; (2) sikap sosial yang terbentuk pada remaja di BTN Bukit Permai Blok CC Kecamatan Seketeng Kabupaten Sumbawa Besar setelah mengakses fitur dan konten di media sosial Instagram adalah sikap peduli dan empati; dan (3) peran media sosial Instagram dalam mengangkat dua jenis sosial Kata kunci: Peran, Media Sosial Instagram, Sikap Sosial
Pola Pendampingan Yayasan Galang Anak Semesta (GAGAS) dalam Pencegahan Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Desa Senteluk Kecamatan Batulayar Lombok Barat
Ahmad Abdan Syukron;
Syafruddin Syafruddin;
Muhammad Ilyas
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 1 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i1.5075
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Bentuk Eskploitasi seksual komersial anak di Desa Senteluk Kecamatan Batulayar KabupatenLombok Barat; dan (2) Pola pendampingan Yayasan Galang Anak Semesta (GAGAS) dalam pencegahan Eskploitasi seksual komersial anak di Desa Senteluk Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus. Teknikpengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dan teknik analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan (1) Bentuk Eksploitasi SeksualKomersial Anak di Desa Senteluk Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat, yaitu: a) Pornografi Anak ; b) Pelacuran Anak ; c)Perdaganagan Anak; d) Pariwisata Seks Anak; dan e) Pernikahan dibawah usia anak. (2) Pola Pendampingan Yayasan Galang Anak Semesta(GAGAS) di Desa Senteluk Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat, yaitu: a) Konsultasi ; b) Pembelajaran ; dan c) Konseling
Media Sosial Instagram dan Budaya Konsumtif Remaja di SMAN 7 Mataram
Novitasari Novitasari;
Ni Made Novi Suryanti;
Masyhuri Masyhuri
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 1 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i1.5076
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi media sosial instagram dan budaya konsumtif remaja di SMAN 7 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yakni reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa fungsi Media Sosial Instagram yakni: a) Fungsi Interaksi Sosial; b) Fungsi Ekspresi Kreatif; c) FungsiMedia Hiburan; d) Fungsi Media Informasi; dan e) Fungsi Media Pemasaran. Budaya konsumtif yang paling dominan dalam penelitian ini yaknibudaya konsumtif berdasarkan atas keinginan. Hal ini ditandai dengan remaja membeli dan mengoleksi barang seperti skincare dengan berbagai macam merek meskipun memiliki fungsi yang sama yaitu dengan tujuan mengatasi masalah kulit wajahnya seperti berjerawat. Selanjutnya, hasil penelitian menemukan bahwa remaja berbelanja pakaian karena tertarik oleh iklan yang ditayangkan pada media sosial instagram. Selain itu, hasilpenelitian menemukan bahwa remaja mengoleksi pakaian untuk menunjang penampilannya agar dapat meningkatkan rasa kepercayaan dirinya
Fungsi dan Makna Tradisi Pacuan Kuda (Maen Jaran) Bagi Masyarakat Desa Moyo Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa
Hendy Maulana;
Hamidsyukrie ZM;
Suud Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 1 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i1.5077
Penelitian ini bertujuan guna: (1) mengetahui fungsi tradisi pacuan kuda (maen jaran) bagi masyarakat Sumbawa; serta (2) makna tradisi pacuan kuda (maen jaran) bagi masyarakat Sumbawa. Studi ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data memakai observasui, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa terdapat tiga fungsi dan dua makna tradisi pacuan kuda (maen jaran), yaitu fungsi primer, fungsi sekunder, serta fungsi tersier: (1) fungsi primer dari tradisi pacuan kuda yaitu sebagai ajang olahraga balap kuda. (2) fungsi sekunder dari tradisi pacuan kuda (maen jaran) jika dilihat dari esensinya yaitu perubahan fungsi maen jaran yang beralih dari perayaan hasil panen menjadi perayaan hari besar disebabkan perubahan sosial dalam masyarakat. (3) fungsi tersier dari tradisi pacuan kuda (maen jaran) dimasa kini kuda merupakan hewan yang bernilai tinggi khususnya kuda pacuan yang hanya dimiliki oleh masyarakat menegah ke atas. Hal tersebut memberikan dampak bahwa maen jaran dimasa kini menjadi olahraga kaum burjois. Adapun makna dari tradisi pacuan kuda (maen jaran) terdapat makna identitas sosial dan status sosial: (1) identitas sosial dari adalah perasaan atau rasa kebanggan diri yang timbul dari pemilik kuda, joki, atau perawat kuda atas pencapain kudanya sebagai juara dalam maen jaran. (2) status sosial dari maen jaran adalah pelabelan yang didapatkan bagi pemenang maen jaran oleh masyarakat sekitar. Pelabelan yang dimaksud adalah achieved status, karena dengan berhasilnya kuda memenangkan maen jaran maka pemilik kuda akan menjadi lebih terkenal dan populer di kalangan masyarakat.
Game Online dan Perilaku Menyimpang Remaja (Studi di Kecamatan Alas, Sumbawa)
Mayuda Arsa Nurfalah Akbar;
Syafruddin Syafruddin;
Suud Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 2 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i2.5117
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) motif remaja bermain game online; (2) bentuk perilaku menyimpang remaja setelah bermain game online; dan (3) dampak yang terjadi pada remaja yang melakukan perilaku menyimpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dangan sumber data subjek dan informan penelitian. Penentuan subjek dan informan dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara untuk teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan (1) motif remaja bermain game online didasari oleh motif sosiogenetis, ditandai dengan adanya pengaruh dan dorongan dari temannya, baik itu teman dikehidupan sehari-harinya ataupun teman yang ia kenali melalui game online ; (2) bentuk perilaku menyimpang remaja setelah bermain game online yakni bentuk (a) bentuk penyimpangan primer, seperti berbohong untuk tidak pergi sekolah, adanya tindak kekerasan; (b) bentuk penyimpangan sekunder, seperti sering berbohong, mencuri, dan bermain game online di sekolah; (c) bentuk penyimpangan individual, seperti berbohong, mencuri, bermain game online saat jam pelajaran, melakukan tindak kekerasan; dan (d) bentuk penyimpangan kelompok, yaitu remaja yang bermain game online menyebabkan keributan yang membuat orang sekitar menjadi terganggu. (3) dampak yang terjadi pada remaja yang melakukan perilaku menyimpang ialah : adanya dampak positif dan negatif. Dampak positifnya seperti: (a) solid dengan teman; (b) menabung untuk membeli yang diinginkan; dan c) cepat dan mudahnya mendapatkan informasi. Sementara itu untuk dampak negatifnya yaitu mempengaruhi: (a) aspek kesehatan, seperti gangguan tidur akibat bermain game online semalaman; (b) aspek psikologis, mudah marah dan sering berkata kasar; (c) aspek akademik, yaitu penurunan nilai pelajaran di sekolah; (d) aspek sosial, kurangnya sosialisasi dan interaksi; dan (e) aspek keuangan, menyebabkan perilaku boros. Kata Kunci: Game Online, Perilaku Menyimpang, Remaja
Nilai Sosial dan Nilai Pendidikan pada Tradisi Wura Bongi Monca dalam Adat Perkawinan Suku Mbojo (Studi di Desa Maria Kec. Wawo Kab. Bima)
rubianti Arsyid;
Syafruddin Syafruddin;
Muhammad Ilyas
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 2 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i2.5130
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai sosial dan nilai pendidikan pada tradisi wura bongi monca dalam adat perkawinan di Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Penelitian mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Jenis data terdiri dari data primer dan sekunder yaitu subjek dan informan. Tehnik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Tehnik analisis data yakni teknik reduksi data, penarikan kesimpulan, trigulasi. Hasil penelitian yaitu bentuk nilai sosial pada tradisi wura bongi monca dalam adat perkawinan mengandung nilai yang berguna bagi jasmani manusia seperti nilai material yaitu beras kuning. Nilai vital meliputi berbagai konsepsi berkaitan dengan segala sesuatu yang berguna manusia dalam melaksanakan berbagai aktivitas seperti boko atau mangkok, pakaian adat dan alat musik tradiosonal, nilai kerohanian, meliputi berbagai konsepsi yang berkaitan dengan segala sesuatu berhubungan dengan kebutuhan rohani manusia seperti berdoa. Bentuk nilai pendidikan pada tradisi wura bongi monca dalam perkawinan yaitu pendidikan religious dalam bentuk berdoa sebelum memulai ritual, pendidikan moral yaitu bergotong royong, pendidikan budaya yaitu menjadikan tradisi wura bongi monca kebiasaan yang terus dilestrikan. Kata Kunci : Nilai Sosial dan Pendidikan;Tradisi Wura Bongi Monca;Perkawinan
KONFLIK KOMUNAL ANTAR WARGA DESA RENDA DAN DESA NGALI (STUDI DI KEC. BELO KAB. BIMA)
iga rahmatullah;
Syafruddin Syafruddin;
Hairil Wadi;
Hamidsyukrie ZM
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 2 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i2.5135
Penelitian ini memiliki tujuan yakni: (1) Untuk mengidentifikasi Faktor Penyebab terjadinya Konflik Komunal antar Desa Renda dan Desa Ngali di Kec Belo, Kab. Bima. (2) Untuk mengetahui Pola Resolusi Konflik Komunal antar Desa Renda dan Desa Ngali di Kec. Belo, Kab. Bima. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif metode studi kasus. Wawancara serta dokumentasi yakni dua metode utama penghimpunan data yang diterapkan pada penelitian ini. Setelah itu, data melalui proses analisis yang mencakup tiga tahap yakni melakukan reduksi data, melakukan penyajian data, serta melakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjabarkan terkait (1) Faktor Penyebab Konflik Komunal di Kec. Belo, Kab. Bima terdiri dari; a) Perubahan Sosial , b) Perbedaan Kepentingan, dan c) Perbedaan Antar individu,; (2) Pola Resolusi Konflik Komunal di Kec. Belo, Kab. Bima menemukan ; (1) Kompromi, (2) Mediasi.
Nilai Sosial Dan Nilai Pendidikan Pada Taman Wisata Narmada
Sindy Mira;
Ni Made Novi Suryanti;
Syafruddin
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 02 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i2`.5142
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) nilai sosial pada taman wisata narmada; (2) mengetahui nilai pendidikan pada taman wisata narmada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Studi Kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan (1) nilai-nilai sosial pada taman wisata narmada; (a) keserasian hidup, meliputi nilai keadilan memberikan hak dan kewajiban yang seimbang dan sama kepada orang-orang atau kelompok dengan status yang sama. Selanjutnya toleransi yaitu sikap menghormati dan menghargai setiap tindakan, pendapat dan keputusan orang lain. Selanjutnya Kerjasama merupakan suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Selanjutnya Demokrasi merupakan bentuk kebebasan dalam mengambil keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. (b) tanggung jawab, meliputi nilai rasa memiliki membuat seseorang menjadi pribadi yang tahu sopan santun, memiliki cita rasa dan mampu menghargai diri sendiri dan orang lain, bersikap hormat terhadap keluhuran martabat manusia, memiliki cita rasa moral dan rohani. Selanjutnya disiplin untuk menanamkan prilaku mana yang baik dan mana yang buruk. (c) kasih saying, meliputi pengabdian, tolong menolong,kekeluargaan, kesetian, dan kepedulian. (2) nilai-nilai pendidikan pada taman wisata narmada; (a) Nilai edukasi religius bertujuan untuk mendidik agar manusia lebih baik menurut tuntutan agama dan selalu ingat kepada Tuhan. (b) nilai edukasi moral merupakan peraturan-peraturan yang berhubungan dengan kelakuan atau tindakan manusia dan adat istiadat dari seseorang individu dari suatu kelompok yang meliputi perilaku. (c) nilai edukasi sosial merupakan kumpulan sikap dan perasaan yang diwujudkan melalui perilaku yang mempengaruhi perilaku seseorang yang memiliki nilai tersebut. (d) nilai edukasi budaya merupakan sesuatu yang dianggap baik dan berharga dalam suatu kelompok masyarakat.