Persaingan industri pariwisata menuntut destinasi untuk meningkatkan kualitas layanan guna menciptakan kepuasan pengunjung sebagai faktor utama dalam mendorong loyalitas dan niat berkunjung kembali. Saloka Theme Park telah mengembangkan berbagai inovasi layanan, seperti e-ticketing, pembayaran cashless, dan aplikasi digital, namun masih mengalami fluktuasi bahkan penurunan jumlah kunjungan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara inovasi layanan dan capaian kunjungan sehingga perlu dikaji faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pengunjung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Attraction, Amenity, dan Accessibility terhadap kepuasan pengunjung, mengidentifikasi variabel yang paling dominan, serta mengevaluasi perbedaan kepuasan berdasarkan waktu kunjungan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling dan stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan Independent Sample t-Test dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Attraction, Amenity, dan Accessibility secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung dengan nilai R² sebesar 0,651, yang berarti model mampu menjelaskan 65,1% variasi kepuasan. Secara parsial, Accessibility menjadi variabel yang paling dominan (β = 0,387), sedangkan uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan kepuasan yang signifikan antara pengunjung weekday dan weekend (p > 0,05). Kebaruan penelitian ini terletak pada pembuktian bahwa Accessibility merupakan determinan utama kepuasan pada destinasi wisata buatan serta pada pengujian operational resilience berdasarkan variasi waktu kunjungan. Hasil penelitian merekomendasikan agar pengelola memprioritaskan peningkatan aksesibilitas disertai pengembangan atraksi dan amenitas untuk meningkatkan daya saing destinasi.
Copyrights © 2026