Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Zumba Exercise Training to Train Motor Movement & VO2 Max Andi Nurcahyo; Faisal Yusuf; Diah Aryati Puji Lestari; Prima Januar Sastrawirya
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 3 No. 1 (2025): January
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jpk.v3i1.10579

Abstract

This training aims to improve motoric movements and exercise, especially Zumba exercises, for health and to increase people's interest because Zumba exercise can improve motor skills. It is hoped that this training will increase public knowledge about the importance of physical fitness and exercise in increasing VO2 Max. The training carried out is face-to-face training with a descriptive approach. To achieve motor movement, VO2 Max, this training uses quantitative descriptive research methods where researchers are directly involved in actively meeting, observing, and analyzing participant data regarding the value of Zumba exercise and motor movement before doing Zumba exercise and after doing Zumba exercise. The results of this activity showed an increase of 54.29% based on the pre-test and post-test. Components that influence this increase include the benefits of motoric movements, heart rate, calories burned, VO2 Max value, and its benefits for the body. Through energetic Zumba gymnastics, it can encourage motoric movements which can then increase the VO2 Max value. The VO2 Max value is one of the indicators of physical fitness and the effectiveness of the exercise performed.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA NONGKOSAWIT BERBASIS ANALISIS MSP+DM Muchammad Satrio Wibowo; Herman Novry Kristiansen Paninggiran; Faisal Yusuf; Aditya Gunawan
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.720

Abstract

AbstractNongkosawit Tourism Village, a tourism village in Semarang City, is undergoing slow development. Development planning is crucial to its progress, which should be based on the current conditions, community needs, and tourism demands. The initial condition of the village serves as the basis for preparing development plans to ensure that the process aligns with expectations. A research study was conducted to determine the criteria for the village's initial position using the MSP + DM elements: Marketability, Sustainability, Participation, and Disaster Mitigation. This descriptive qualitative research employed observation and interviews as data collection methods. The findings indicate that Nongkosawit Tourism Village falls into the category of growing tourism villages, with an average total value of 3.6. The marketability element received an average score of 3.5, sustainability received 3.7, participation received 4.7, and disaster mitigation received 2.5. These assessments can serve as a reference for the preparation of the village's development plan, facilitating its transformation into an independent tourist village with positive impacts on the community.Keywords: Tourism Village; Tourism Development; MSP+DM; Strategic Planning; Sustainable TourismAbstrakSalah satu desa wisata yang ada di Kota Semarang yaitu Desa Wisata Nongkosawit. Desa wisata tersebut dinilai memiliki perkembangan yang lambat. Perencanaan pengembangan sangat perlu dilakukan untuk kemajuannya. Perencanaan pengembangan Desa Wisata Nongkosawit sebaiknya disesuaikan dengan kondisi sekarang, kebutuhan masyarakat, dan wisatawan. Kondisi awal Desa Wisata Nongkosawit menjadi dasar penyusunan perencanaan pengembangan. Hal tersebut menjadi penting agar proses tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. karena destinasi ini dinilai lambat perkembangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai kriteria posisi awal Desa Wisata Nongkosawit menggunakan unsur MSP+DM (Marketibility/Pemasaran, Sustainibility/Keberlanjutan, Parcitipatory/Partisipatif, Disaster Mitigation/Mitigasi Bencana). Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualiatatif. Metode pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini yaitu Desa Wisata Nongkosawit masuk dalam kategori desa wisata tumbuh dengan nilai total rata-rata 3,6. Unsur marketibility mendapat nilai rata-rata 3,5. Unsur sustainability mendapat nilai rata-rata 3,7. Unsur participatory mendapat nilai rata-rata 4,7. Unsur disaster mitigation mendapat nilai rata-rata 2,5. Penilaian ini bisa menjadi dasar acuan dalam penyusunan perencanaan pengembangan Desa Wisata Nongkosawit. Sehingga desa wisata ini dapat berkembang menjadi desa wisata mandiri dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal.Kata Kunci: Desa Wisata; Pengembangan Pariwisata; MSP+DM; Perencanaan Strategis; Pariwisata Berkelanjutan
Mengungkap Aksesibilitas sebagai Pendorong Utama Kepuasan Pengunjung Taman Hiburan di Destinasi Berkembang Dinar Anggit Wicaksana; Herman N. K. Paninggiran; Pratama Angga Buana; Faisal Yusuf
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12019

Abstract

Persaingan industri pariwisata menuntut destinasi untuk meningkatkan kualitas layanan guna menciptakan kepuasan pengunjung sebagai faktor utama dalam mendorong loyalitas dan niat berkunjung kembali. Saloka Theme Park telah mengembangkan berbagai inovasi layanan, seperti e-ticketing, pembayaran cashless, dan aplikasi digital, namun masih mengalami fluktuasi bahkan penurunan jumlah kunjungan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara inovasi layanan dan capaian kunjungan sehingga perlu dikaji faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pengunjung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Attraction, Amenity, dan Accessibility terhadap kepuasan pengunjung, mengidentifikasi variabel yang paling dominan, serta mengevaluasi perbedaan kepuasan berdasarkan waktu kunjungan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling dan stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan Independent Sample t-Test dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Attraction, Amenity, dan Accessibility secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung dengan nilai R² sebesar 0,651, yang berarti model mampu menjelaskan 65,1% variasi kepuasan. Secara parsial, Accessibility menjadi variabel yang paling dominan (β = 0,387), sedangkan uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan kepuasan yang signifikan antara pengunjung weekday dan weekend (p > 0,05). Kebaruan penelitian ini terletak pada pembuktian bahwa Accessibility merupakan determinan utama kepuasan pada destinasi wisata buatan serta pada pengujian operational resilience berdasarkan variasi waktu kunjungan. Hasil penelitian merekomendasikan agar pengelola memprioritaskan peningkatan aksesibilitas disertai pengembangan atraksi dan amenitas untuk meningkatkan daya saing destinasi.