Lagu daerah Papua berbahasa Lani tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menyimpan pengalaman sosial, pendidikan, dan identitas budaya masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan menafsirkan makna lagu Sekolah Kwarir Liru Kwarik Ap Iname Nagi Ooo dan Elengge Ap Iname Nogokwarak Noggo karya Enis Kogoya, serta Dukwi Abo Bangeme karya Nimrot Wakerkwa melalui hermeneutika Gadamer. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa lirik dan rekaman lagu, sedangkan data sekunder berupa buku serta artikel ilmiah. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, simak, transkripsi, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga lagu memuat makna perjuangan pendidikan, kerinduan keluarga, keterikatan pada kampung halaman, kritik sosial atas keterbatasan akses pendidikan, dan pelestarian bahasa Lani. Kesimpulannya, makna lagu lahir dari dialog antara teks, tradisi, dan penafsir. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian hermeneutika sastra lisan Papua serta pemanfaatan lagu daerah sebagai media pendidikan karakter, khususnya dalam kajian teks lisan lokal yang belum banyak diteliti akademik.
Copyrights © 2026