Abstract In this digital era, the cultural promotion approach needs to be carried out in an educational, easily accessible and interesting way in order to reach the wider community. Through alternative media in the form of two-dimensional animation, this study aims to develop a two-dimensional animation series entitled Petualangan Candi Borobudur as a cultural promotion media based on visual storytelling. The method used is design sprint with qualitative analysis techniques. The output produced is the development of concepts, character designs, backgrounds, storyboards, and visual elements with a cartoonist style according to audience needs. Keywords:Two-Dimensional Animation; Cultural Promotion; Visual storytelling; Educational Media AbstrakDi era digital ini pendekatan promosi budaya perlu dilakukan secara edukatif, mudah diakses dan menarik agar dapat menjangkau masyarakat luas. Melalui media alternatif berupa animasi dua dimensi, penelitian ini bertujuan mengembangkan serial animasi dua dimensi berjudul Petualangan Candi Borobudur sebagai media promosi budaya berbasis visual storytelling. Metode yang digunakan adalah design sprint dengan teknik analisis kualitatif. Output yang dihasilkan merupakan pengembangan konsep, desain karakter, background, storyboard, dan elemen visual dengan style kartunis sesuai kebutuhan audiens.Kata Kunci: Animasi Dua Dimensi; Promosi Budaya; Visual storytelling; Media Edukatif
Copyrights © 2026