Background: Pangan jajanan anak sekolah (PJAS) masih berisiko mengandung bahan tambahan pangan yang tidak diizinkan seperti formalin dan boraks. Diperlukan adanya penguatan kapasitas guru dalam pengawasan keamanan pangan di sekolah. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru sekolah dasar tentang bahaya bahan tambahan pangan yang tidak diizinkan, memperkuat peran guru dalam pengawasan keamanan pangan sekolah, dan melatih guru mengenali ciri-ciri PJAS yang tidak aman. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada guru sekolah dasar di Kecamatan Kartasura melalui pre-test, sosialisasi materi, demonstrasi penggunaan test kit untuk identifikasi bahan berbahaya, focus group discussion, dan post-test. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 22 guru sekolah dasar. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 57.14 pada pre-test menjadi 69.52 pada post-test, dengan nilai p 0.039, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah intervensi. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam diskusi dan demonstrasi pengujian bahan tambahan pangan. Kesimpulan: Pendampingan guru melalui edukasi, demonstrasi test kit, dan FGD efektif meningkatkan pengetahuan guru tentang keamanan PJAS serta memperkuat potensi peran guru dalam pengawasan pangan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026