Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman budaya, agama, etnis, dan bahasa yang sangat luas. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan nasional, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis dan demokratis. Pendidikan memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan partisipasi aktif sebagai fondasi masyarakat demokratis. Artikel ini bertujuan untuk menelaah keterkaitan antara pendidikan demokrasi dan pendidikan multikultural dalam membentuk karakter inklusif peserta didik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (literature review) dengan menelaah hasil-hasil penelitian nasional dan internasional periode 2020–2024. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi hubungan konseptual, praktik implementasi di sekolah, serta tantangan dalam penerapan nilai-nilai demokrasi dan multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai demokrasi dan multikulturalisme dalam sistem pendidikan dapat memperkuat sikap toleran, empati sosial, serta kemampuan reflektif siswa. Penerapan pendidikan demokratis berbasis multikultural juga terbukti relevan dengan arah kebijakan pendidikan nasional seperti Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila. Artikel ini menegaskan bahwa kolaborasi antara guru, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembentukan karakter inklusif peserta didik di era masyarakat majemuk.
Copyrights © 2026