Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Integration of Cambridge Curriculum in Islamic Education at Bilingual Boarding School Surakarta Woro Yustia Pratiwi; Wachidi; Muh. Nur Rochim Maksum; Nur Farid Khoiruddin
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 2 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v23i2.2203

Abstract

The implementation of global curricula in Islamic schools faces challenges, as some teachers and students have not yet been able to adapt optimally . This study examines the integration of the Cambridge Curriculum at SMA ABBS Surakarta, focusing on planning, implementation, evaluation, as well as supporting and inhibiting factors. Employing a qualitative field research design with a phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The research subjects included the principal, vice principal for curriculum, teachers, and students. The findings reveal that successful implementation of the Cambridge Curriculum in this Islamic school is supported by three main pillars. First, the readiness of human resources, built through tiered training programs and international certification, with teachers required to have at least CEFR B2 English competency. Second, the adoption of innovative learning methods, particularly student-centered learning, practical activities, and authentic assessments that align with Cambridge International standards. Third, adequate infrastructure that meets international benchmarks, thereby facilitating effective curriculum delivery. The novelty of this study lies in its focus on the application of the Cambridge Curriculum within an Islamic school context, which remains relatively rare in Indonesia. The research contributes to the broader discourse on curriculum globalization by highlighting how Islamic schools can integrate international standards while maintaining their religious identity. Practically, the study implies the need to strengthen teacher competencies, sustain infrastructure support, and develop adaptive learning strategies to ensure broader success in similar institutions.
Hermeneutical Foundations of Islamic Education: A Quranic and Prophetic Perspective on Learning Asman Asman; Woro Yustia Pratiwi; Bambang Sismedi Saputro; Muhammad Muhammad; Andri Nirwana
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i1.228

Abstract

The issue of Islamic education has always been an intriguing topic of scholarly inquiry. The use of hermeneutics as the foundational basis of Islamic education is grounded in the Qur’an and prophetic teachings. The objective of this study is to analyze the extent to which the hermeneutic method can serve as a foundation for Islamic education. This research employs a qualitative method with a library research approach. The data sources consist of both primary and secondary materials. Primary data were obtained from key reference books, while secondary data were drawn from relevant journals, books, magazines, and other documents related to this research. The data were analyzed using content analysis. The findings indicate that Islamic education requires the integration of cognitive, affective, and spiritual dimensions, all of which aim to bring human beings closer to God and to actualize their human potential. Thus, Qur’anic and prophetic hermeneutics offer a dynamic conceptual framework for understanding Islamic education as a process of meaning-making rather than merely a transfer of knowledge.
Model Tata Kelola Kolaboratif Pembelajaran Digital: Analisis Peran Aktor Pendidikan Berbasis Mactor Muhammad Izzan Naqiba; Woro Yustia Pratiwi; Pujiono Pujiono; Muhammad Muhammad; Ari Priyono; Karyono Karyono; Muzakar Isa
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.4001

Abstract

Implementasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah menghadapi kendala kolaborasi antarpemangku kepentingan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi melalui analisis faktor strategis dan peran aktor pendidikan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode MACTOR (Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives and Recommendations). Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap lima aktor: Kepala Sekolah, Guru, Pengawas Sekolah, Tim IT, dan Peneliti Pendidikan Digital. Analisis mencakup identifikasi tingkat pengaruh, ketergantungan, konvergensi, dan divergensi antaraktor terhadap tujuan strategis. Hasil menunjukkan Peneliti Pendidikan Digital memiliki influence, competitiveness, dan net scale of influence tertinggi. Kompetensi digital guru, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi pemangku kepentingan menjadi prioritas strategis utama, didukung konvergensi tinggi tanpa divergensi kepentingan. Penelitian menghasilkan Collaborative Digital Learning Governance Model yang mengintegrasikan peran seluruh aktor sebagai landasan transformasi pembelajaran digital secara kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.
Meneguhkan Pendidikan Demokratis dan Multikultural untuk Membangun Karakter Inklusif Peserta Didik di Indonesia Woro Yustia Pratiwi; Musa Asy’arie; Mahasri Shobahiya
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol. 10 No. 1 (2026): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v10i1.15140

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman budaya, agama, etnis, dan bahasa yang sangat luas. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan nasional, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis dan demokratis. Pendidikan memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan partisipasi aktif sebagai fondasi masyarakat demokratis. Artikel ini bertujuan untuk menelaah keterkaitan antara pendidikan demokrasi dan pendidikan multikultural dalam membentuk karakter inklusif peserta didik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (literature review) dengan menelaah hasil-hasil penelitian nasional dan internasional periode 2020–2024. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi hubungan konseptual, praktik implementasi di sekolah, serta tantangan dalam penerapan nilai-nilai demokrasi dan multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai demokrasi dan multikulturalisme dalam sistem pendidikan dapat memperkuat sikap toleran, empati sosial, serta kemampuan reflektif siswa. Penerapan pendidikan demokratis berbasis multikultural juga terbukti relevan dengan arah kebijakan pendidikan nasional seperti Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila. Artikel ini menegaskan bahwa kolaborasi antara guru, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembentukan karakter inklusif peserta didik di era masyarakat majemuk.
STRATEGI EFEKTIF DALAM MANAJEMEN ORGANISASI PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Woro Yustia Pratiwi; Mohamad Ali; Wachidi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.874

Abstract

Pendidikan senantiasa mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, sehingga manajemen organisasi pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan, mengelola, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan. Efektivitas manajemen pendidikan berkontribusi dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia, memperjelas arah tujuan pendidikan, serta mengatasi berbagai tantangan yang muncul dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus mengkaji tantangan dan hambatan dalam penerapan strategi yang efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif dalam manajemen pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dapat dilakukan melalui pengembangan rencana pembelajaran yang terintegrasi, evaluasi proses pembelajaran secara berkelanjutan, peningkatan kualitas pendidik, serta pengembangan lingkungan belajar yang inklusif. Adapun tantangan dan hambatan dalam implementasi strategi tersebut umumnya disebabkan oleh keterbatasan sumber daya serta kurang memadainya infrastruktur pendidikan.
RECONSTRUCTING ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION PEDAGOGY BASED ON DEMOCRACY AND MULTICULTURALISM THROUGH CRITICAL-COLLABORATIVE LEARNING IN HIGH SCHOOL Woro Yustia Pratiwi; Musa Asy’arie
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.14459

Abstract

Social change and the complexity of societal diversity require that Islamic Religious Education (PAI) learning not only be oriented towards mastering religious doctrines, but also towards developing a dialogical, inclusive, and democratic learning space. This qualitative research using library research aims to redefine and reconstruct PAI pedagogy based on democracy and multiculturalism through critical-collaborative learning in high schools. Data were obtained through a literature search in the databases of Google Scholar, Scopus, DOAJ, and Garuda Kemdikbud, by selecting 17 relevant sources from 142 identified records for analysis using content analysis, critical analysis, and conceptual synthesis techniques. The results show that the reconstruction of PAI pedagogy based on democracy and multiculturalism is realized through five main stages of syntax, namely democratic awareness, multicultural inquiry, collaborative dialogue, reflective engagement, and transformative action. These five stages of syntax position students as active subjects in constructing religious understanding through dialogue, critical reflection, and social collaboration. The novelty of this research lies in the integration of the principles of democracy, multiculturalism, and critical-collaborative learning into a systematic Islamic Religious Education (PAI) pedagogical framework. The main conclusion of the research confirms that this reconstruction expands the development of Islamic Religious Education (PAI) pedagogy that is more inclusive, humanistic, and responsive to the dynamics of contemporary multicultural society. ABSTRAK Perubahan sosial dan kompleksitas keanekaragaman masyarakat menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berorientasi pada penguasaan doktrin keagamaan, melainkan juga pengembangan ruang belajar yang dialogis, inklusif, dan demokratis. Penelitian kualitatif metode studi kepustakaan (library research) ini bertujuan meredefinisi dan merekonstruksi pedagogi PAI berbasis demokrasi dan multikulturalisme melalui pembelajaran kritis-kolaboratif di Sekolah Menengah Atas. Data diperoleh melalui pencarian literatur pada basis data Google Scholar, Scopus, DOAJ, dan Garuda Kemdikbud, dengan memilih 17 sumber relevan dari 142 rekaman teridentifikasi untuk dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis), analisis kritis, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi pedagogi PAI berbasis demokrasi dan multikulturalisme terwujud melalui lima tahapan sintaks utama, yaitu kesadaran demokratis (democratic awareness), penelusuran multikultural (multicultural inquiry), dialog kolaboratif (collaborative dialogue), keterlibatan reflektif (reflective engagement), dan aksi transformatif (transformative action). Kelima tahapan sintaks tersebut menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam mengonstruksi pemahaman keagamaan melalui dialog, refleksi kritis, dan kolaborasi sosial. Kebaruan penelitian terletak pada pengintegrasian prinsip demokrasi, multikulturalisme, dan pembelajaran kritis-kolaboratif ke dalam satu kerangka pedagogis PAI yang sistematis. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa rekonstruksi ini memperluas pengembangan pedagogi PAI yang lebih inklusif, humanis, dan responsif terhadap dinamika masyarakat multikultural kontemporer.