Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan video animasi dan menganalisis peningkatan HOTS siswa kelas V pada materi “Seperti Apakah Budaya Daerahku”. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus dengan melibatkan 12 siswa kelas V SDN 3 Maruyungsari. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Indikator keberhasilan tindakan ditetapkan apabila sekurang-kurangnya [persentase keberhasilan]% siswa memperoleh nilai sama dengan atau lebih tinggi dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yaitu [nilai KKM]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan video animasi dapat mendukung peningkatan HOTS siswa. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 44,58 pada tes awal menjadi 70,00 pada siklus I, 84,58 pada siklus II, dan 97,92 pada siklus III. Ketuntasan belajar klasikal meningkat dari 0% pada tes awal dan siklus I menjadi 58,33% pada siklus II serta mencapai 100% pada siklus III. Peningkatan juga terlihat pada aktivitas siswa yang semakin aktif dalam berdiskusi, menyampaikan pendapat, menganalisis permasalahan, dan mempresentasikan hasil kerja kelompok. Berdasarkan hasil tersebut, video animasi dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran untuk mendukung peningkatan HOTS siswa dalam pembelajaran IPAS
Copyrights © 2026