Tradisi salawatan Jawa di Desa Mendolo Lor merupakan warisan budaya yang sarat akan nilai religius dan sosial, namun keberadaannya sempat vakum dan mulai jarang dipraktikkan oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut sebagai upaya pelestarian budaya lokal dengan sasaran utama warga Dusun Pagerjo. Pendekatan yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui metode latihan bersama yang dilaksanakan secara intensif di Masjid Al Fatah pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 21.00–00.30 WIB. Hasil dari inisiatif ini menunjukkan bahwa pelaksanaan latihan rutin di lingkungan masjid tersebut efektif mempererat tali silaturahmi antarwarga desa serta menumbuhkan kembali semangat kolektif para pelaku seni untuk melestarikan tradisi yang telah lama tidak dilaksanakan. Berdasarkan analisis deskriptif, proses pelestarian ini membuktikan bahwa ruang latihan bersama di Masjid Al Fatah berfungsi sebagai instrumen penguatan kohesi sosial yang mampu mengubah kesadaran pasif masyarakat menjadi aksi nyata dalam menjaga kearifan lokal. Dengan demikian, salawatan Jawa kembali mendapatkan posisinya sebagai pilar identitas budaya yang mempersatukan masyarakat di Dusun Pagerjo melalui pusat kegiatan religius mereka. Kata Kunci: Pelestarian Budaya, Salawatan Jawa, Desa Mendolo Lor.
Copyrights © 2026