Pendidikan Islam menghadapi tantangan globalisasi yang membawa nilai-nilai modern seperti sekularisme, rasionalisme, dan materialisme, menyebabkan dilema antara mempertahankan tradisi klasik atau mengadopsi modernitas. Di Indonesia, perpaduan pemikiran ulama pesantren dengan dinamika teknologi menimbulkan masalah seperti kesenjangan digital, dekadensi moral, radikalisme, dan krisis identitas. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma pendidikan Islam melalui penggalian khazanah klasik (seperti model Rasulullah dan pemikiran Al-Ghazali, Ibn Sina), kritik terhadap era modern yang formalistik-sekuler, serta perancangan model futuristik yang integratif-holistik berbasis Society 5.0. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, analisis menunjukkan kebutuhan rekonstruksi untuk mengintegrasikan ilmu agama dan umum, dengan inspirasi dari Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Al-Attas) dan Integrasi-Interkoneksi (Amin Abdullah). Hasilnya menekankan kurikulum holistik, metode inovatif, dan penguatan guru sebagai mentor spiritual agar pendidikan Islam tetap relevan, transformatif, dan mampu membentuk generasi beriman, berilmu, serta adaptif terhadap tantangan global. Rekomendasi mencakup reformasi kebijakan untuk pendidikan moderat dan inklusif
Copyrights © 2026