Penelitian ini mengkaji nilai-nilai inti budaya Jepang yaitu prinsip tidak mengganggu orang lain dan semangat kemandirian yang melekat pada setiap lapisan usia, melalui analisis mendalam novel Yukiguni (Negeri Salju) karya Yasunari Kawabata, penerima Nobel Sastra tahun 1968. Sebagai karya yang merefleksikan jiwa dan tata sosial masyarakat Jepang, novel ini menampilkan bagaimana karakter tokoh utamanya, Komako, menghidupkan prinsip menjaga batas diri, tidak membebani orang lain, serta berjuang mandiri mengurus nasib dan tanggung jawabnya sendiri tanpa bergantung pada bantuan pihak lain. Nilai-nilai ini tidak hanya tampak sebagai etika pergaulan semata, melainkan bentuk pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini dan dijalankan secara konsisten hingga masa tua, sebagai wujud tanggung jawab diri demi menjaga harmoni bersama. Penelitian ini menemukan bahwa sikap tidak ingin menyusahkan orang lain dan kemandirian seumur hidup bukanlah sifat alami semata, melainkan hasil dari proses pewarisan nilai dan kesadaran bersama yang menjadi fondasi ketahanan sosial masyarakat Jepang.
Copyrights © 2026