Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil (BBSPJIT) menyediakan satu ruangan khusus sebagai Gudang Alat Tulis Kantor (ATK) terpusat yang baru, dengan sistem rak yang fleksibel dan dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan. Namun, ketersediaan fasilitas fisik yang memadai saja tidak cukup untuk menjamin efisiensi operasional gudang tanpa didukung perancangan tata letak yang sistematis dan berbasis data. Data inventaris periode Februari–Mei 2025 mencatat 200 item aktif yang tersebar dalam 24 kategori produk, dengan distribusi pergerakan barang yang sangat timpang: hanya 5 item (2,50%) tergolong Fast Moving, 39 item (19,50%) tergolong Slow Moving, sedangkan 156 item (78,00%) tergolong Non-Moving. Ketimpangan ini berpotensi menimbulkan inefisiensi waktu pencarian dan jarak tempuh material handling apabila gudang dirancang tanpa mempertimbangkan frekuensi pergerakan barang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tata letak awal Gudang ATK BBSPJIT dengan mengintegrasikan analisis FSN (Fast, Slow, Non-Moving) berbasis Turn Over Ratio (TOR) sebagai instrumen klasifikasi objektif dengan metode Class based storage sebagai kebijakan penempatan barang. Barang dengan klasifikasi Fast Moving dialokasikan pada zona terdekat pintu, Slow Moving pada zona tengah, dan Non-Moving pada zona terjauh, guna meminimalkan waktu pencarian dan jarak tempuh petugas secara keseluruhan. Penelitian ini mengisi kesenjangan pada studi-studi terdahulu yang umumnya belum membahas secara spesifik penanganan dominasi ekstrem barang Non-Moving dalam konteks perancangan zonasi gudang perlengkapan kantor pada institusi pemerintah.
Copyrights © 2026