Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Bibliometrik dan Systematic Literature Review Hambatan Implementasi Blockchain  pada Logistik Negara Berkembang: Perspektif Indonesia Fiqih Cahyo Kurniawan; Yusep Sukrawan; Saskia Kanisaa Puspanikan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1416

Abstract

Teknologi blockchain berpotensi meningkatkan transparansi, traceability, dan efisiensi sektor logistik, namun tingkat adopsinya di negara berkembang masih rendah. Literatur yang ada lebih banyak menekankan manfaat konseptual, sementara kajian sistematis mengenai hambatan implementasi, khususnya dengan perspektif Indonesia, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkategorisasi hambatan implementasi blockchain pada sektor logistik negara berkembang dengan fokus relevansi terhadap konteks Indonesia. Metode penelitian mengkombinasikan analisis bibliometrik dan systematic literature review (SLR) berbasis protokol PRISMA terhadap 63 artikel terbitan tahun 2020–2025. Analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer menghasilkan empat klaster tematik utama, sedangkan SLR terhadap 10 artikel dengan sitasi tertinggi mengidentifikasi lima kategori hambatan utama, yaitu teknologi, ekonomi, organisasi, regulasi, dan infrastruktur. Hambatan teknologi dan regulasi muncul sebagai faktor paling dominan, ditandai oleh isu skalabilitas, interoperabilitas, ketidakpastian hukum, serta belum matangnya standar teknis. Dalam konteks Indonesia, hambatan tersebut diperkuat oleh ketimpangan infrastruktur digital dan tingginya biaya logistik nasional. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan pemetaan komprehensif hambatan implementasi blockchain serta rekomendasi strategis berbasis konteks negara berkembang untuk mendukung perumusan kebijakan dan percepatan transformasi digital sektor logistik Indonesia.
Analisis Kinerja Operasional dan Intensitas Emisi Karbon Berdasarkan Utilisasi Kapasitas Berat pada Distribusi Less Than Truckload (LTL) Talitha Hasnaa Salsabila; Yusep Sukrawan; Pebi Yuda Pratama
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2107

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja operasional distribusi Less Than Truckload (LTL) PT Herona Express pada rute Bandung–Pamulang melalui pengukuran utilisasi kapasitas berat kendaraan, perhitungan total emisi karbon dan intensitas emisi karbon, analisis hubungan antara utilisasi kapasitas berat dengan intensitas emisi karbon, serta perumusan strategi peningkatan utilisasi kapasitas kendaraan berdasarkan temuan penelitian. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data operasional aktual perusahaan selama periode April–Mei 2026 sebanyak 44 perjalanan. Utilisasi kapasitas berat dihitung berdasarkan perbandingan berat muatan terhadap kapasitas maksimum kendaraan, sedangkan emisi karbon dihitung menggunakan metode IPCC Tier 1 berdasarkan konsumsi bahan bakar solar. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata utilisasi kapasitas berat kendaraan sebesar 44,17%, yang menunjukkan kapasitas angkut belum dimanfaatkan secara optimal. Total emisi karbon sebesar 134,00 kgCO₂/trip, sedangkan rata-rata intensitas emisi karbon mencapai 0,258 kgCO₂/ton-km dengan rentang 0,082–0,890 kgCO₂/ton-km. Analisis korelasi Spearman menghasilkan koefisien -1,000, yang menunjukkan hubungan negatif sempurna antara utilisasi kapasitas berat dan intensitas emisi karbon, meskipun hubungan tersebut dipengaruhi oleh konstruksi matematis indikator intensitas emisi sehingga tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan kausal empiris. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan beberapa strategi operasional yang dapat dipertimbangkan perusahaan, antara lain penyesuaian jadwal keberangkatan berbasis akumulasi muatan, penetapan ambang batas utilisasi minimum, serta pemanfaatan data historis pengiriman sebagai dasar perencanaan jadwal yang lebih adaptif dalam penerapan konsep green logistics.
Perancangan Tata Letak Gudang ATK BBSPJIT Menggunakan Metode Class Based Storage dan Analisis FSN untuk Efisiensi Aksesibilitas Fachrein Syauqi Rachman; Yusep Sukrawan; Wiku Larutama
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2114

Abstract

Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil (BBSPJIT) menyediakan satu ruangan khusus sebagai Gudang Alat Tulis Kantor (ATK) terpusat yang baru, dengan sistem rak yang fleksibel dan dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan. Namun, ketersediaan fasilitas fisik yang memadai saja tidak cukup untuk menjamin efisiensi operasional gudang tanpa didukung perancangan tata letak yang sistematis dan berbasis data. Data inventaris periode Februari–Mei 2025 mencatat 200 item aktif yang tersebar dalam 24 kategori produk, dengan distribusi pergerakan barang yang sangat timpang: hanya 5 item (2,50%) tergolong Fast Moving, 39 item (19,50%) tergolong Slow Moving, sedangkan 156 item (78,00%) tergolong Non-Moving. Ketimpangan ini berpotensi menimbulkan inefisiensi waktu pencarian dan jarak tempuh material handling apabila gudang dirancang tanpa mempertimbangkan frekuensi pergerakan barang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tata letak awal Gudang ATK BBSPJIT dengan mengintegrasikan analisis FSN (Fast, Slow, Non-Moving) berbasis Turn Over Ratio (TOR) sebagai instrumen klasifikasi objektif dengan metode Class based storage sebagai kebijakan penempatan barang. Barang dengan klasifikasi Fast Moving dialokasikan pada zona terdekat pintu, Slow Moving pada zona tengah, dan Non-Moving pada zona terjauh, guna meminimalkan waktu pencarian dan jarak tempuh petugas secara keseluruhan. Penelitian ini mengisi kesenjangan pada studi-studi terdahulu yang umumnya belum membahas secara spesifik penanganan dominasi ekstrem barang Non-Moving dalam konteks perancangan zonasi gudang perlengkapan kantor pada institusi pemerintah.