Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja operasional distribusi Less Than Truckload (LTL) PT Herona Express pada rute Bandung–Pamulang melalui pengukuran utilisasi kapasitas berat kendaraan, perhitungan total emisi karbon dan intensitas emisi karbon, analisis hubungan antara utilisasi kapasitas berat dengan intensitas emisi karbon, serta perumusan strategi peningkatan utilisasi kapasitas kendaraan berdasarkan temuan penelitian. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data operasional aktual perusahaan selama periode April–Mei 2026 sebanyak 44 perjalanan. Utilisasi kapasitas berat dihitung berdasarkan perbandingan berat muatan terhadap kapasitas maksimum kendaraan, sedangkan emisi karbon dihitung menggunakan metode IPCC Tier 1 berdasarkan konsumsi bahan bakar solar. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata utilisasi kapasitas berat kendaraan sebesar 44,17%, yang menunjukkan kapasitas angkut belum dimanfaatkan secara optimal. Total emisi karbon sebesar 134,00 kgCO₂/trip, sedangkan rata-rata intensitas emisi karbon mencapai 0,258 kgCO₂/ton-km dengan rentang 0,082–0,890 kgCO₂/ton-km. Analisis korelasi Spearman menghasilkan koefisien -1,000, yang menunjukkan hubungan negatif sempurna antara utilisasi kapasitas berat dan intensitas emisi karbon, meskipun hubungan tersebut dipengaruhi oleh konstruksi matematis indikator intensitas emisi sehingga tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan kausal empiris. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan beberapa strategi operasional yang dapat dipertimbangkan perusahaan, antara lain penyesuaian jadwal keberangkatan berbasis akumulasi muatan, penetapan ambang batas utilisasi minimum, serta pemanfaatan data historis pengiriman sebagai dasar perencanaan jadwal yang lebih adaptif dalam penerapan konsep green logistics.