Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora
Vol. 5 No. 2 (2026): Juli 2026

Ableisme Digital dan Perundungan Terhadap Penyandang Disabilitas di Media Sosial: Tinjauan dari Perspektif Media dan Ilmu Komunikasi

Corry Novrica Sinaga (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)
Ida Martinelli (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
24 Jul 2026

Abstract

Media sosial menjadi ruang penting bagi penyandang disabilitas untuk membangun komunitas, menyampaikan aspirasi, dan membentuk representasi diri. Namun, media sosial juga dapat memperluas ableisme digital melalui ejekan, parodi fisik, komentar merendahkan, eksploitasi kondisi ekonomi, serta konten yang menjadikan penyandang disabilitas sebagai objek hiburan. Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana perundungan terhadap penyandang disabilitas memperoleh perhatian dan dianggap wajar di media digital, serta menawarkan model komunikasi yang lebih inklusif. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur kualitatif integratif. Sumber yang dianalisis meliputi artikel ilmiah, dokumen kebijakan, dan literatur teoretis yang berkaitan dengan cyberbullying, ableisme, representasi disabilitas, algoritma media sosial, framing, agenda-setting, disinhibisi daring, dan moral disengagement. Data dianalisis melalui pengodean tematik dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan enam mekanisme utama yang mendorong perundungan digital terhadap penyandang disabilitas, yaitu komodifikasi perbedaan, berkurangnya tanggung jawab individu di ruang daring, pembenaran melalui ungkapan “hanya bercanda”, framing disabilitas sebagai tontonan, penguatan konten oleh algoritma, dan lemahnya tata kelola platform. Artikel ini mengusulkan tiga strategi pemulihan ruang siber, yaitu membangun kontra-narasi berbasis martabat, mengurangi interaksi terhadap konten diskriminatif, serta memperkuat advokasi dan pengawasan platform. Kajian ini menegaskan bahwa perundungan digital tidak hanya disebabkan oleh perilaku individu, tetapi juga oleh budaya media sosial dan ekonomi perhatian. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi disabilitas, pedoman produksi konten inklusif, sistem moderasi yang lebih responsif, dan keterlibatan penyandang disabilitas dalam tata kelola media digital.   Social media is an important space for people with disabilities to build communities, express their aspirations, and shape self-representation. However, social media can also expand digital ableism through ridicule, physical parody, demeaning comments, exploitation of economic conditions, and content that subjects people with disabilities to entertainment. This article aims to explain how bullying of people with disabilities gains attention and is considered normal in digital media, and to propose a more inclusive communication model. This research uses an integrative qualitative literature review method. The sources analyzed include scholarly articles, policy documents, and theoretical literature related to cyberbullying, ableism, disability representation, social media algorithms, framing, agenda-setting, online disinhibition, and moral disengagement. Data were analyzed through thematic coding and conceptual synthesis. The results of the study reveal six main mechanisms driving digital bullying of people with disabilities: the commodification of difference, diminished individual responsibility in online spaces, justification through the phrase "just kidding," framing disability as a spectacle, content amplification by algorithms, and weak platform governance. This article proposes three strategies for cyberspace recovery: building dignity-based counter-narratives, reducing interactions with discriminatory content, and strengthening platform advocacy and oversight. The study emphasizes that digital bullying is not solely driven by individual behavior, but also by social media culture and the attention economy. Therefore, strengthening disability literacy, developing guidelines for inclusive content production, developing more responsive moderation systems, and involving people with disabilities in digital media governance are necessary.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

stigma

Publisher

Subject

Description

Stigma Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora adalah jurnal akses terbuka multidisiplin berskala nasional yang menggabungkan kajian Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora. Semua artikel yang diterbitkan melalui proses penelaahan yang ketat dan cepat untuk memenuhi standar kualitas jurnal. Artikel ...