Rendahnya minat belajar, kurangnya rasa ingin tahu, serta belum optimalnya kemampuan literasi dan numerasi siswa menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 1 Hiliserangkai. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan Program Education Learning Support (ELS) sebagai program pendampingan belajar yang bertujuan membantu siswa meningkatkan pemahaman materi, menumbuhkan minat belajar, serta memperkuat kemampuan literasi dan numerasi melalui kegiatan belajar tambahan di luar jam pelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Program Education Learning Support (ELS) serta menganalisis kontribusinya terhadap penguatan literasi dan numerasi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan selama pelaksanaan program dengan melibatkan 25 siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Hiliserangkai yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keikutsertaan aktif dalam Program Education Learning Support (ELS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Education Learning Support (ELS) mampu meningkatkan minat belajar, rasa ingin tahu, partisipasi aktif, serta kemampuan siswa dalam memahami bacaan, mengidentifikasi informasi penting, menggunakan kosakata bahasa Inggris, dan menyelesaikan permasalahan numerasi secara lebih sistematis. Pembelajaran yang memadukan diskusi kelompok, latihan kontekstual, permainan edukatif, role play, presentasi, dan pemberian umpan balik secara langsung menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Dengan demikian, Program Education Learning Support (ELS) dapat menjadi salah satu strategi pendampingan belajar yang efektif dalam mendukung penguatan literasi dan numerasi serta meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji efektivitas Program Education Learning Support (ELS) pada jumlah partisipan yang lebih besar, jenjang pendidikan yang berbeda, atau menggunakan pendekatan kuantitatif maupun metode campuran (mixed methods) sehingga diperoleh bukti empiris yang lebih komprehensif mengenai dampak program terhadap peningkatan literasi dan numerasi siswa.
Copyrights © 2026