Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relasi kuasa antara pemerintah desa dan tokoh adat dalam pemanfaatan tradisi buka etang sebagai alternatif penanganan masalah pangan. Tradisi ini merupakan warisan para luhur yang mana lahan pertanian yang dimiliki oleh kepala suku dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat untuk menanam dan mengolah hasil pertanian. Pemanfaatan tradisi ini tidak terlepas dari tata kelola atau relasi kuasa antara pemerintah desa dan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukan bahwa governmentality atau relasi kuasa dalam pemanfaatan tradisi buka etang adalah sebagai berikut, pertama relasi kuasa dalam penanganan masalah pangan Relasi ini menegaskan bahwa dalam pengambilan keputusan tidak ada unsur yang lebih mendominasi baik itu pemerintah atau pihak masyarakat atau baik yang memerintah atau yang diperintah. Kedua pemerintah desa tidak membatasi ruang kepada para tokoh adat dan masyarakat adat dalam mengembangkan tradisi ini. Dan ketiga Pemerintah desa, sebagai institusi formal, memfasilitasi disposisi yang tepat dengan menyediakan kerangka regulasi dan dukungan, sambil menyesuaikan diri dengan tradisi lokal. Ini menciptakan relasi setara di mana pemerintah desa tidak mendominasi, melainkan berkolaborasi untuk mengoptimalkan elemen-elemen tersebut.
Copyrights © 2026