Penelitian ini mengeksplorasi proses kognitif mahasiswa dalam mengonstruksi kemampuan proyeksi spasial melalui GeoGebra-Enhanced Learning pada mata kuliah Geometri Deskriptif. Berlandaskan pendekatan Grounded Theory, analisis mendalam dilakukan terhadap 13 partisipan guna memetakan bagaimana representasi tiga dimensi ditransformasikan ke bidang dua dimensi. Temuan utama merumuskan teori substantif "Spektrum Integrasi Kognitif-Instrumental sebagai Determinan Hierarki Kemampuan Proyeksi Spasial", yang mengklasifikasikan kemampuan pembelajar ke dalam tiga tingkat: Semu, Prosedural, dan Relasional. Penelitian mengidentifikasi tujuh hambatan epistemologis utama, termasuk beban kognitif visual, irreversibilitas, hambatan instrumental, dan dekonstruksi dimensional. Sebagai respons terhadap disonansi kognitif tersebut, mahasiswa melakukan mekanisme adaptasi yang terbagi menjadi adaptasi reflektif, adaptasi bergantung, dan adaptasi maladaptif. Hasil analisis menyimpulkan bahwa perangkat lunak geometri dinamis berfungsi secara ganda: sebagai penguat kognisi bagi mahasiswa dengan fondasi analitik yang mapan, namun bertindak sebagai alat penopang yang menciptakan ilusi kompetensi bagi mereka yang rentan secara konseptual. Implikasi dari penelitian ini merekomendasikan perlunya dekomposisi pra-instrumental dan orkestrasi instrumental yang terstruktur untuk mencegah asimilasi semu dalam pembelajaran geometri.
Copyrights © 2026