Kebiasaan merokok pada remaja semakin meningkat dan berpotensi menurunkan konsentrasi belajar akibat kandungan nikotin yang memengaruhi fungsi otak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dengan konsentrasi belajar pada siswa SMKN 3 Kota Sorong. Metode Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 72 siswa perokok aktif yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner konsentrasi belajar dan lembar observasi kebiasaan merokok, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar responden merupakan perokok sedang (43,0%) dengan tingkat konsentrasi belajar sedang (38,9%). Analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dan konsentrasi belajar (p=0,014). Dapat disimpulkan bahwa Kebiasaan merokok berhubungan signifikan dengan konsentrasi belajar siswa. Program promotif dan preventif di lingkungan sekolah diperlukan untuk mengurangi kebiasaan merokok pada remaja dan mendukung peningkatan konsentrasi belajar.
Copyrights © 2026