Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara organisasi olahraga membangun citra dan berkomunikasi dengan masyarakat. Namun, pengelolaan media digital organisasi sepak bola daerah masih sering bergantung pada momentum kompetisi dan belum didukung strategi branding yang formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan branding dan komunikasi digital dalam membangun citra Asprov PSSI Jawa Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan pada Mei 2026 melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan Koordinator Organisasi dan Media Officer, observasi akun Instagram dan YouTube resmi, serta penelaahan dokumen organisasi. Informan ditentukan menggunakan purposive sampling, sedangkan data dianalisis melalui reduksi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding organisasi terbentuk secara organik melalui penyelenggaraan kompetisi, pembinaan sepak bola, publikasi kegiatan, dan interaksi publik, sehingga mencerminkan pola emergent branding. Instagram digunakan untuk menyampaikan informasi dan dokumentasi kegiatan, sedangkan YouTube dimanfaatkan untuk menyiarkan pertandingan. Keterlibatan publik meningkat selama kompetisi dan menurun pada masa nonkompetisi, yang menunjukkan pola event-driven engagement. Kerja sama dengan media jurnalistik, tim media khusus, dan akun terverifikasi turut memperkuat kredibilitas organisasi. Namun, organisasi belum memiliki pedoman branding formal, kalender konten berkelanjutan, dan diversifikasi platform yang optimal. Temuan ini menegaskan perlunya komunikasi yang terintegrasi untuk mempertahankan hubungan publik. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi digital telah mendukung pembentukan citra Asprov PSSI Jawa Tengah, tetapi perlu dikembangkan melalui strategi branding terencana dan pengelolaan konten konsisten sepanjang tahun.
Copyrights © 2026