Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran penting dalam mengembangkan kebugaran, keterampilan gerak, dan kesadaran hidup sehat siswa. Namun, dalam praktik pembelajaran masih ditemukan siswa yang kurang antusias dan kurang aktif mengikuti kegiatan PJOK. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan kondisi tersebut adalah literasi fisik, yaitu kemampuan yang mencakup motivasi, kepercayaan diri, kompetensi fisik, pengetahuan, dan pemahaman untuk terlibat dalam aktivitas fisik secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi fisik dan motivasi belajar PJOK pada siswa SMA Negeri 1 Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan desain non-eksperimental. Sampel penelitian berjumlah 94 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert, yaitu Perceived Physical Literacy Instrument (PPLI) untuk mengukur literasi fisik dan kuesioner motivasi belajar PJOK yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji korelasi Spearman dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis korelasi dilakukan menggunakan Spearman. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,413 dengan signifikansi 0,000. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara literasi fisik dan motivasi belajar PJOK dengan kategori sedang.
Copyrights © 2026