Permainan tradisional Hadangan merupakan aktivitas fisik berbasis budaya yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran pendidikan jasmani untuk mengembangkan keterampilan motorik dasar siswa sekolah dasar. Penurunan aktivitas fisik akibat penggunaan gadget dan permainan digital membuat siswa kurang aktif bergerak, sehingga kemampuan kelincahan, keseimbangan, dan kecepatan belum berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional Hadangan terhadap keterampilan motorik dasar siswa SDN 16 Sampoddo. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN 16 Sampoddo berjumlah 32 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi shuttle run untuk mengukur kelincahan, dynamic balance test untuk mengukur keseimbangan dinamis, dan lari sprint 50 meter untuk mengukur kecepatan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek motorik dasar setelah perlakuan. Rata-rata shuttle run menurun dari 28,67 menjadi 27,25 detik, dynamic balance meningkat dari 68,75 menjadi 85,00, dan sprint 50 meter menurun dari 7,64 menjadi 6,38 detik. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001 pada ketiga instrumen. Temuan ini mengindikasikan bahwa gerakan berlari, menghindar, mengubah arah, dan menjaga posisi tubuh dalam permainan Hadangan mampu memberikan stimulus gerak yang relevan bagi perkembangan motorik siswa. Dengan demikian, permainan tradisional Hadangan berpengaruh signifikan dan efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik dasar siswa sekolah dasar secara menyenangkan.
Copyrights © 2026