Sepak bola U-13 membutuhkan proses latihan yang mampu mengembangkan kemampuan teknik, taktik, dan fisik secara terpadu. Namun, latihan konvensional berbasis drill masih sering digunakan dan cenderung memisahkan keterampilan dari situasi permainan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas game-based training terhadap performa teknik, taktik, dan fisik pemain sepak bola U-13. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental melalui pola pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 40 pemain usia 11–14 tahun di SSB Kuda Laut Luwu yang dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen (n = 20) serta kelompok kontrol (n = 20). Kelompok eksperimen mengikuti game-based training selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu, sedangkan kelompok kontrol mengikuti latihan konvensional berbasis drill. Instrumen pengukuran meliputi tes teknik passing, dribbling, dan shooting, Game Performance Assessment Instrument (GPAI), Yo-Yo Intermittent Recovery Test Level 1, sprint 20 meter, dan Illinois agility test. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test, independent sample t-test, dan Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan kelompok kontrol pada seluruh variabel. Peningkatan tertinggi terjadi pada taktik (? = +16,6; d = 1,05), diikuti teknik (? = +13,2; d = 0,92), Yo-Yo IR1 (? = +200 m; d = 0,88), agility (d = 0,80), dan sprint 20 m (d = 0,75). Dengan demikian, game-based training efektif digunakan sebagai model latihan terpadu untuk meningkatkan performa pemain sepak bola U-13.