Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran sejarah yang kontekstual melalui eksplorasi akademik di Taman Arkeologi Maros sebagai sumber belajar pada mata kuliah Sejarah Indonesia Masa Praaksara. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui observasi situs arkeologi, interpretasi peninggalan prasejarah, diskusi edukatif, serta refleksi pembelajaran berbasis pengalaman. Kawasan Leang-Leang dipilih karena memiliki nilai historis dan arkeologis yang penting sebagai salah satu situs seni cadas prasejarah tertua di dunia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis situs mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi sejarah secara lebih konkret dan kritis. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep sejarah secara teoritis, tetapi juga mampu menginterpretasikan bukti-bukti sejarah melalui pengamatan langsung terhadap artefak dan lingkungan arkeologis. Selain itu, kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya lokal sebagai bagian dari identitas sejarah masyarakat. Sehingga, pemanfaatan situs arkeologi sebagai media pembelajaran dan pengabdian masyarakat dapat menjadi model inovatif dalam pendidikan sejarah di perguruan tinggi melalui pendekatan yang kontekstual, partisipatif, dan berbasis pengalaman.
Copyrights © 2026