Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Peraturan Mendikbud Ristek (Permendikbud) Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi di Universitas Negeri Makassar Heri Tahir; Ririn Nurfaathirany Heri; St. Junaeda
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.147 KB)

Abstract

Abstrak. Perkara kekerasan seksual sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, hukum, religi dan adat istiadat, nilai etika, dan nilai-nilai kemanusiaan yang menjunjung tinggi perdadaban dan keadaban sekaliapun dalam era globalisasi yang menjunjung tinggi kebebasan masih menjadi pertanyaan besar. Apakah kekerasan seksual itu dapat ditinjau dari berbagai dimensi nilai dan disiplin ilmu. Kasus kekerasan seksual yang terjadi pada lingkungan perguruan tinggi kian mencuat satu persatu. Penelitian ini bersifat normatif dengan menggunakan Pendekatan peraturan perundang-undangan dan teori. Kesiapan Perguruan Tinggi dalam pelaksanaan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi khususnya di Universitas Negeri Makassar saat penelitian dilakukan belum begitu optimal karena masih dalam tahapan proses pembentukan dan perekrutan, mengingat Permendikbud masih sangat baru. Universitas Negeri Makassar telah menangani beberapa kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Saat penelitian dilakukan satuan tugas (satgas) kekerasan seksual di Universitas Negeri Makassar merupakan satgas yang bersifat ad-hoc. Kata Kunci: Kekerasan Seksuak, Kekerasan Kampus, Pola Patriarki
Strategi Ekonomi Berbasis Relasi Sosial pada Suku Jawa: Studi Tujuh Pedagang Sari Laut di Kota Berau Kalimantan Timur Risnaeni; St. Junaeda
Jurnal Ekonomi dan Riset Pembangunan Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL EKONOMI DAN RISET PEMBANGUNAN (JERP)
Publisher : Research Agency for Humanity and Urban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine: the relationship between Javanese traders who trade on Jalan Pangeran Antasari, Berau City and the efforts made by Sari Laut traders to maintain their business amidst competition for more modern food stalls. This type of research is descriptive in nature with a qualitative approach. The process of collecting data through, from: documentation, observation, and interviews. In this study, seven individual traders of Sari Laut were involved. The results showed that the relationship between fellow Javanese Sari Laut traders formed a positive social network between traders so as to form a kinship bond. Then high enthusiasm and hard work, providing good service for buyers or customers, paying attention to the taste of the dishes they serve, keeping their place clean and involving the family to help trade. In addition, maintain the human resources that the brand has and establish good relations between fellow traders and the surrounding community.
Pengkajian Tari Nusantara untuk Meningkatkan Wawasan Multikulturalisme pada Siswa SMA Negeri 1 Tompobulu Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan St. Junaeda
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i4.3710

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang pembentukan wawasan multikulturalisme melalui pengkajian tari nusantara. Praktik tersebut sangat tepat ketika diimplementasikan pada generasi muda di tingkat SMA melalui pendidikan ekstrakurikuler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan data kualitatif. Penelitian dekriptif bertujuan menggambarkan secara tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan, gejala atau kelompok tertentu atau untuk menentukan frekuensi adanya hubungan tertentu antara suatu gejala dan gejala lain dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, bahwa membaca fenomena budaya melalui pengkajian tari nusantara merupakan salah satu cara untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda agar tidak sekedar mengetahui, akan tetapi belajar untuk mencintai, mengerti, serta memahami kebudayaan Indonesia yang plural, sebagai wujud dari masyarakat multikultural.
Gagasan Kebangsaan Nadjamoeddin Daeng Malewa Dalam Memajukan Perekonomian Bumiputera Pada Awal Abad 20 di Sulawesi Selatan St. Junaeda
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 3: Maret 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i3.3326

Abstract

This research aims to find out Nadjamoeddin Daeng Malewa's ideas related to the development of a people's economy for native people in the Dutch East Indies, especially in South Sulawesi. Apart from having ideas about advancing the economy, Nadjamoeddin has three important ideas about nationality, namely unity, advancing education and advancing the people's economy. This research is historical research that uses historical sources in the form of archives and contemporary newspapers, both those published in Java and those published outside Java such as in Makassar. These sources are cross-checked to obtain valid data, known as source criticism. The results of the research show that the idea of ​​advancing the economy initiated by Nadjamoeddin was carried out by initiating the formation of 54 cooperative villages in Surabaya, forming the Bank Pasar cooperative and becoming chairman of the Minasa Badji cooperative which was founded in Makassar at the end of 1939. All of these things were done by Nadjamoeddin This aims to create a middle class for the native people in the Dutch East Indies.
Penyuluhan Hukum dan Dialog Interaktif sebagai Upaya Pencegahan Perundungan di Kota Makassar Ririn Nurfaathirany Heri; Heri Tahir; Muhammad Aswan; St. Junaeda
PENGABDI PENGABDI: VOL. 7, NO.1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v7i1.86621

Abstract

Abstrak. Kekerasan Bullying (perundungan) merupakan salah satu bentuk kekerasan sosial yang masih sering terjadi di lingkungan masyarakat dan pendidikan serta berdampak terhadap kondisi psikologis, sosial, dan perkembangan karakter korban. Fenomena bullying tidak hanya terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga verbal, sosial, dan cyberbullying yang semakin berkembang seiring penggunaan media sosial. Permasalahan utama yang ditemukan di masyarakat adalah masih rendahnya pemahaman mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak hukum yang ditimbulkan, serta lemahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan terhadap tindakan perundungan. Selain itu, sebagian masyarakat masih menganggap bullying sebagai candaan biasa sehingga penanganannya belum dilakukan secara serius. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui Penyuluhan dan Dialog Interaktif Luar Studio bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia Pro 1 Makassar di Jl. Banta-bantaeng Lorong 2 Makassar pada 13 Juli 2025. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan hukum, ceramah edukasi, dan dialog interaktif bersama masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat mengenai bahaya bullying serta pentingnya membangun lingkungan sosial yang aman dan bebas kekerasan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak psikologis korban, serta langkah pencegahan dan penanganannya. Dialog interaktif juga mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun budaya anti kekerasan melalui penguatan pendidikan karakter, pengawasan media sosial, dan keterlibatan keluarga serta lingkungan sosial dalam pencegahan bullying. Kata Kunci: bullying, anti kekerasan, penyuluhan hukum, pengabdian masyarakat, perlindungan anak.
Eksplorasi Metodologi Penelitian Hukum Normatif dan Empiris: Perbedaan Paradigmatik, Objek Kajian, dan Implementasinya dalam Penulisan Hukum Muhammad Aswan; Heri Tahir; Ririn Nurfaathirany Heri; St. Junaeda; Nasihin Nasihin
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2026): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i3.86624

Abstract

Abstrak. Perkembangan penelitian hukum di Indonesia menunjukkan adanya kebutuhan yang semakin besar terhadap pemahaman metodologi penelitian hukum yang tepat, khususnya penelitian hukum normatif dan empiris. Namun dalam praktik akademik, masih banyak mahasiswa hukum mengalami kesulitan membedakan paradigma, objek kajian, pendekatan, sumber data, dan orientasi analisis dari kedua metode tersebut. Kondisi ini menyebabkan ketidaksesuaian antara rumusan masalah, metode penelitian, dan argumentasi hukum dalam penulisan karya ilmiah hukum. Oleh sebab itu, penguatan pemahaman metodologi penelitian hukum menjadi penting untuk membangun karya ilmiah yang sistematis, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode edukatif dan partisipatif dalam bentuk “Kelas Kepenulisan Hukum” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Hukum Universitas Hasanuddin Cabang Makassar Timur di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui ceramah akademik dan diskusi interaktif yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Aswan mengenai perbandingan penelitian hukum normatif dan empiris serta implementasinya dalam penulisan hukum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai karakteristik penelitian hukum normatif dan empiris, termasuk pendekatan penelitian, penggunaan sumber data, serta relevansi metodologi dalam membangun argumentasi hukum. Kegiatan ini juga meningkatkan kemampuan peserta dalam menentukan metode penelitian yang tepat sesuai karakteristik permasalahan hukum yang dikaji. Kata Kunci: penelitian hukum normatif, penelitian hukum empiris, metodologi penelitian hukum, penulisan hukum, argumentasi hukum.
Tiktok Sebagai Ruang Budaya Baru dalam Kajian Antropologi Digital rerhadap Pembentukan Identitas Dan Interaksi Sosial Generasi Muda St. Junaeda
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 6, No 1 (2026): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v6i1.86731

Abstract

Abstract. The rapid growth of digital technology has transformed the ways individuals communicate, construct identities, and engage in social interactions. Among various social media platforms, TikTok has emerged as a prominent cultural space where young people actively create, share, and consume content. Beyond its function as an entertainment platform, TikTok serves as a dynamic environment in which cultural meanings, values, symbols, and social practices are continuously produced and negotiated. This study aims to examine TikTok as a new cultural space and to explore its role in shaping identity formation and social interactions among young people from the perspective of digital anthropology. This research employs a qualitative approach using digital ethnography. Data were collected through non-participant observation of TikTok accounts, videos, captions, hashtags, and user interactions within the platform. The study focuses on how young users represent themselves, construct digital identities, and engage in social relationships through content creation and participation in online communities. The collected data were analyzed thematically to identify recurring patterns related to self-representation, cultural expression, and social engagement in the digital environment. The findings indicate that TikTok functions as an important cultural arena where young people negotiate identities, express creativity, and establish social connections beyond geographical boundaries. Through the use of visual narratives, trends, and interactive features, users actively participate in the production and reproduction of digital culture. At the same time, the platform facilitates the emergence of virtual communities and new forms of social interaction shaped by algorithms and participatory culture. This study highlights the significance of digital anthropology in understanding the cultural transformations brought about by social media and demonstrates how TikTok has become an influential space for identity construction and social interaction among contemporary youth. Keywords: Antropologi Digital, TikTok, Identitas Digital, Interaksi Sosial, Media Sosial, Budaya Digital, Budaya Generasi Muda, Ruang Budaya Digital
Bahasa Makassar dalam Keluarga Urban: Antara Keakraban, Identitas dan Modernitas St. Junaeda
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86539

Abstract

Abstract. The use of regional languages within urban families has become an increasingly important issue amid rapid social change, urbanization, and the growing dominance of national and global languages. As one of the local languages in South Sulawesi, the Makassar language plays a significant role in maintaining cultural values, ethnic identity, and social relationships among its speakers. However, in urban settings, language practices are often shaped by changing social aspirations, educational demands, and modern lifestyles, which influence the patterns of language transmission within families. This study examines the use of Makassar language in urban families and explores how family members negotiate its role between intimacy, cultural identity, and modernity. This research employs a qualitative approach with an ethnographic perspective to understand language practices in everyday family interactions. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and informal conversations with parents and children from urban Makassar families. The analysis focuses on the meanings attached to language choice, the contexts in which Makassar language is maintained or replaced, and the social factors influencing these linguistic practices. The study draws on sociolinguistic and anthropological perspectives to explain how language functions not only as a communication tool but also as a symbol of belonging and social positioning. The findings indicate that Makassar language continues to be used as a medium for expressing intimacy, emotional closeness, and kinship relations within families. At the same time, its use is increasingly negotiated with the demands of modern urban life, where Indonesian is often perceived as more beneficial for education, social mobility, and wider communication. Consequently, urban families develop diverse language strategies that reflect efforts to preserve cultural identity while adapting to contemporary social realities. The study highlights that the use of Makassar language in urban families represents an ongoing negotiation between maintaining local cultural heritage and responding to the challenges of modernity.Keywords: Makassar Language, Urban Family, Language Use, Cultural identity, modernity, Language Maintenance.