Gerakan PeKa (Pembalut Kain Ramah Lingkungan) merupakan inovasi sosial-lingkungan berbasis komunitas yang secara simultan menjawab tiga persoalan mendesak: krisis sampah pembalut sekali pakai, kesenjangan aksesibilitas produk menstruasi bagi perempuan difabel, dan rendahnya literasi lingkungan di masyarakat. Penelitian pengabdian ini bertujuan menganalisis efektivitas Gerakan PeKa dalam memberdayakan komunitas difabel melalui pendekatan literasi inklusif. Metode yang digunakan adalah Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan pelibatan aktif komunitas penyandang difabel (P3Y Yogyakarta), pesantren, dan lembaga pendidikan tinggi. Hasil menunjukkan bahwa program ini berhasil menjangkau lebih dari 1.300 peserta workshop, melatih komunitas paraplegia menjadi produsen utama PeKa, dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan difabel. Pembalut kain terbukti lebih aksesibel bagi difabel fisik karena penggunaan kancing cetet menggantikan perekat konvensional. Gerakan PeKa membuktikan bahwa model sosial disabilitas dapat diintegrasikan dalam program pemberdayaan lingkungan berbasis nilai Islam.Kata kunci: pembalut kain; difabel berdaya; literasi lingkungan; model sosial disabilitas; pemberdayaan perempuan
Copyrights © 2026