Transformasi ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur untuk menjadi daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut kesiapan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah Kalimantan Timur melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) menyampaikan hal ini melalui Program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) Jospol guna mengakselerasi UMKM Naik Kelas. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan tersebut menggunakan teori George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, watak/sikap, dan struktur birokrasi. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan triangulasi data primer dari wawancara aparatur dinas dan hasil kuisioner peserta program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kebijakan berjalan sangat baik dan memahami sasaran secara jelas. Disposisi pelaksana juga sangat responsif, yang berdampak langsung pada peningkatan ragam produksi dan omzet peserta. Namun implementasi ini menghadapi kendala pada variabel sumber daya, seperti server pendaftaran yang sempat mengalami eror dan kualitas bahan alat (seperti oven) yang kurang optimal pada sebagian peserta meskipun alat tersebut tetap dapat dimanfaatkan dan adanya jaminan garansi. Diperlukan peningkatan kapasitas pendaftaran server untuk mengantisipasi kehadiran peserta dan evaluasi pengadaan barang serta pelibatan aparat kelurahan untuk memperluas jangkauan program di masa depan .
Copyrights © 2026