Penggunaan kendaraan listrik (EV) di Indonesia semakin didorong oleh pemerintah guna mengurangi emisi gas buang dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Komponen krusial dalam pergerakan mobil listrik adalah baterai, khususnya jenis Lithium-Ion yang memiliki densitas energi tinggi. Namun, insiden kebakaran baterai mobil listrik masih sering terjadi dan menjadi perhatian utama terkait keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab terbakarnya baterai mobil listrik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penyebab utama kebakaran adalah fenomena thermal runaway (reaksi berantai peningkatan suhu yang tidak terkendali). Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya adalah kerusakan mekanis akibat penetrasi benda tajam saat tabrakan, malfungsi Battery Management System (BMS), overcharging atau overdischarging, korsleting internal (ISC), dan suhu lingkungan yang ekstrem. Kesimpulannya, risiko kebakaran baterai EV dapat diminimalisir melalui desain keamanan baterai yang optimal, sistem pendingin yang efektif, keandalan BMS yang berstandar, serta tindakan preventif dari pengguna dalam proses pengisian daya dan perawatan kendaraan.
Copyrights © 2026