Kopi excelsa merupakan komoditas budidaya yang terkenal dengan profil rasa unik dan potensi pasar yang besar, terutama di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Namun, peningkatan penjualan menghadapi berbagai hambatan struktural, termasuk akses pasar yang terbatas, distribusi yang tidak efektif, strategi harga yang tidak memadai, kualitas produk yang tidak konsisten, dan upaya promosi yang kurang. Studi ini bertujuan untuk meneliti dampak variabel pemasaran terhadap peningkatan penjualan kopi excelsa. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan teknik Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS). Sampel penelitian terdiri dari 65 petani kopi excelsa yang dipilih dari komunitas yang terdiri dari 200 petani. Faktor independen meliputi kualitas produk, harga, akses pasar, distribusi, dan promosi, sedangkan variabel dependen adalah peningkatan penjualan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel pemasaran memberikan pengaruh yang menguntungkan dan signifikan terhadap pertumbuhan penjualan, dengan kualitas produk dan promosi sebagai penentu utama. Skor R-square sebesar 0,775 menunjukkan bahwa model tersebut menjelaskan 77,5% varians dalam pertumbuhan penjualan. Temuan ini menegaskan bahwa rencana pemasaran yang kohesif dan berorientasi pada kualitas merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing kopi Excelsa baik secara lokal maupun dalam prospeknya di pasar yang lebih luas.
Copyrights © 2025