Permasalahan sampah botol plastik di kawasan perkotaan seperti Kota Surabaya terus meningkat seiring dengan pertumbuhan konsumsi masyarakat, sementara kapasitas daur ulang masih terbatas dan sebagian besar limbah plastik berakhir di tempat pembuangan akhir. Di sisi lain, ketersediaan bahan baku rotan sebagai material utama kerajinan anyaman semakin terbatas dan mahal, sehingga menghambat keberlanjutan usaha kerajinan masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi ekstruder filamen untuk mengolah botol plastik bekas menjadi filamen plastik sebagai bahan alternatif pengganti rotan sekaligus memberdayakan masyarakat Desa Gading Watu, Kabupaten Gresik. Metode pelaksanaan meliputi edukasi ekonomi sirkular, pembuatan alat ekstruder, pelatihan pengolahan botol plastik menjadi filamen, pelatihan anyaman, pendampingan produksi, serta persiapan pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa teknologi ekstruder filamen dapat dioperasikan secara mandiri oleh masyarakat dan mampu menghasilkan filamen plastik yang layak digunakan sebagai bahan anyaman. Masyarakat berhasil memproduksi berbagai produk kerajinan seperti keranjang, pot tanaman, dan kotak serbaguna dengan bahan filamen plastik. Program ini berkontribusi dalam mengurangi limbah plastik, meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat, serta mendorong penerapan ekonomi sirkular berbasis komunitas.
Copyrights © 2026