Jurnal Ilmiah Ecosystem
Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026

Analisis Kerusakan Saluran Irigasi Primer Menggunakan Metode Rapid Condition Assessment

Abdul Rakib (Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andi Djemma)
Indrajaya Indrajaya (Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andi Djemma)
Syahrul Ramadhan (Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andi Djemma)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fisik saluran irigasi primer di Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, menggunakan metode Rapid Condition Assessment (RCA) serta mengevaluasi pengaruh kerusakan terhadap debit aliran. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan dan analisis hidrolika pada beberapa segmen saluran. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit aliran tertinggi sebesar 193,154 m³/s terjadi pada STA 0+000 segmen S-1, sedangkan debit terendah sebesar 5,083 m³/s terjadi pada STA 0+060 segmen S-1 yang disebabkan oleh sedimentasi berat dan penyempitan penampang saluran. Pola distribusi debit mengindikasikan adanya segmen kritis yang membatasi kapasitas aliran. Analisis bilangan Reynolds menunjukkan bahwa sebagian besar aliran bersifat turbulen, meskipun pada beberapa segmen ditemukan kondisi aliran laminer akibat hambatan sedimen. Secara keseluruhan, kondisi saluran irigasi primer di Kecamatan Bajo memerlukan upaya rehabilitasi melalui normalisasi sedimentasi dan pembersihan vegetasi secara berkala. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penentuan prioritas pemeliharaan dan perbaikan jaringan irigasi. This study aims to analyze the physical condition of primary irrigation channels in Bajo District, Luwu Regency, using the Rapid Condition Assessment (RCA) method and to evaluate the impact of structural damage on flow discharge. The research employed a quantitative descriptive approach through field surveys and hydraulic analysis across several channel segments. The results show that the highest discharge, 193.154 m³/s, occurred at STA 0+000 segment S-1, while the lowest discharge, 5.083 m³/s, was found at STA 0+060 segment S-1 due to severe sedimentation and channel cross-sectional narrowing. The discharge distribution pattern indicates the presence of critical segments that limit flow capacity. Reynolds number analysis reveals that most flow conditions are turbulent; however, several segments exhibit laminar flow due to sediment obstruction. Overall, the condition of the primary irrigation channels in Bajo District requires rehabilitation efforts, including sediment normalization and periodic vegetation clearing. These findings are expected to serve as a basis for determining maintenance and rehabilitation priorities in irrigation network management.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

eco

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Economics, Econometrics & Finance Education Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, ...