Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna leksikal dan gramatikal dalam wacana dialog naskah drama Mega-Mega karya Arifin C. Noer melalui pendekatan semantik kontekstual. Drama sebagai bentuk karya sastra yang berbasis dialog menghadirkan struktur bahasa yang tidak hanya bersifat komunikatif, tetapi juga sarat dengan makna yang berlapis, baik secara leksikal maupun gramatikal. Oleh karena itu, kajian ini berfokus pada bagaimana makna kata (leksikal) dan hubungan struktural dalam kalimat (gramatikal) membentuk pemaknaan yang utuh dalam konteks sosial dan psikologis tokoh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap dialog-dialog yang terdapat dalam naskah drama. Data berupa tuturan tokoh dianalisis berdasarkan kategori makna leksikal, seperti makna denotatif dan konotatif, serta makna gramatikal yang meliputi relasi sintaktis dan fungsi gramatikal dalam kalimat. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan konteks situasi, latar sosial, dan karakter tokoh untuk mengungkap makna yang lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna leksikal dalam dialog drama sering mengalami perluasan dan penyimpangan makna yang dipengaruhi oleh kondisi sosial tokoh marginal yang ditampilkan. Sementara itu, makna gramatikal berperan dalam memperkuat nuansa emosional, konflik, serta relasi kekuasaan antar tokoh. Struktur kalimat yang tidak baku, repetitif, dan ekspresif menjadi ciri khas yang mendukung pembentukan makna kontekstual dalam drama ini. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman makna dalam teks drama tidak dapat dilepaskan dari konteks penggunaan bahasa dan struktur gramatikalnya. Dengan demikian, kajian semantik kontekstual memberikan kontribusi penting dalam mengungkap kompleksitas makna dalam karya sastra, khususnya drama, serta memperkaya pendekatan analisis linguistik dalam studi sastra Indonesia.
Copyrights © 2026