cover
Contact Name
Taufik Mawardi
Contact Email
jollt.gemacendekia@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jollt.gemacendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Biduri Sandik Atas Desa Sandik, Kec. Batu Layar, Lombok Barat - NTB, Indonesia 83355
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Linguistics and Language Teaching
ISSN : -     EISSN : 30895324     DOI : https://doi.org/10.71094/esensi
Core Subject : Education,
Journal of Linguistics and Language Teaching (JOLLT) is an open access journal which provides immediate, worldwide, barrier-free access to the full text of all published articles without charging readers or their institutions for access. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. The aim of this Journal is to promote a principle approach to research on linguistics, language and language teaching by encouraging enquiry into relationship between theoretical and practical studies.
Articles 10 Documents
Bahasa Figuratif dalam Cerpen " Surat Cinta yang Berisi Potongan Senja " Karya Seno Gumira Ajidarma Renda, Rapi
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, February 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i1.36

Abstract

Cerpen "Surat Cinta yang Berisi Potongan Senja" karya Seno Gumira Ajidarma merupakan karya sastra yang sarat dengan bahasa figuratif, yang tidak hanya memperindah narasi tetapi juga memperdalam makna cerita. Penggunaan metafora, seperti senja yang menjadi lambang cinta dan kefanaan, menggugah pembaca untuk merenungkan hubungan antara keindahan dan keterbatasan hidup. Personifikasi menghadirkan senja sebagai tokoh yang hidup, seolah menjadi saksi bisu kisah cinta yang penuh pengorbanan. Hiperbola dan simile menambah intensitas emosi, menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang sangat besar, bahkan melebihi batas dunia. Ironi dan simbolisme memperkuat pesan moral, mencerminkan realitas bahwa cinta yang indah sering kali beriringan dengan pengorbanan dan kehilangan. Dengan pendekatan analisis teks, penelitian ini menemukan bahwa bahasa figuratif tidak hanya menggambarkan suasana dan emosi, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai universal. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman pembaca terhadap karya sastra modern Indonesia dan memperkaya apresiasi terhadap seni bertutur.
Aku sebagai Manifesto Kebebasan: Kajian Pragmatik Puisi Chairil Anwar Fahmi, Zul
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, February 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i1.46

Abstract

Puisi Aku karya Chairil Anwar merupakan salah satu karya sastra Indonesia yang dikenal luas dan sangat popular karena menggambarkan semangat kebebasan dan keberanian dalam menghadapi kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis puisi tersebut melalui pendekatan pragmatik guna mengungkap bagaimana aspek bahasa digunakan untuk merepresentasikan kebebasan individu. Kajian ini berfokus pada analisis tindak tutur, implikatur, dan konteks sosial-budaya pada masa puisi ini ditulis. Melalui metode kualitatif-deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa pilihan diksi dalam puisi Aku menggambarkan ketegasan, keberanian, dan penolakan terhadap otoritas yang mengekang. Analisis pragmatik menunjukkan bahwa puisi ini tidak hanya menyuarakan perlawanan individu terhadap tekanan sosial, tetapi juga berfungsi sebagai manifesto kebebasan yang relevan dengan semangat perubahan di era revolusi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang kekuatan bahasa dalam sastra, khususnya dalam menggambarkan nilai-nilai kebebasan dan keberanian yang diusung Chairil Anwar.
Tren Penggunaan Slang di Kalangan Remaja di Platform Tiktok: Analisis Makna dan Penyebarannya Biagi, I Wayan Kusuma Di; Suryadmaja, Galih
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, February 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i1.47

Abstract

TikTok telah menjadi salah satu platform media sosial paling populer di kalangan remaja, menghadirkan fenomena linguistik baru dalam bentuk penggunaan slang yang terus berkembang. Fenomena penggunaan slang oleh remaja di TikTok mencerminkan dinamika perkembangan bahasa dalam konteks digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penggunaan slang di kalangan remaja, menganalisis makna serta fungsi sosialnya, dan memahami mekanisme penyebarannya melalui platform TikTok. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari komentar, teks deskripsi, dan hashtag populer seperti #slangchallenge dan #genzslang. Analisis dilakukan untuk mengklasifikasikan slang berdasarkan jenisnya (kreasi baru, adaptasi, atau transformasi makna) dan mengeksplorasi peran TikTok sebagai medium penyebaran bahasa. Hasil penelitian diharapkan dapat mengungkap bagaimana slang mencerminkan identitas budaya remaja, pola komunikasi, serta pengaruh teknologi terhadap perkembangan bahasa. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap studi sosiolinguistik dalam memahami hubungan antara media sosial dan evolusi bahasa di era digital.
Efektivitas Program Multibahasa dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa SD di Era Digital Hasan, Martadi; Farida, Liani
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, February 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i1.48

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program multibahasa dalam meningkatkan kompetensi siswa sekolah dasar (SD) di era digital. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran bahasa dengan literasi digital, sebagai respons terhadap kebutuhan pendidikan di era globalisasi. Kemampuan berbahasa dipandang sebagai keterampilan esensial abad ke-21, yang mendukung komunikasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen, melibatkan siswa dari beberapa SD yang telah menerapkan program multibahasa. Data diperoleh melalui tes kompetensi bahasa, observasi proses pembelajaran, serta wawancara dengan siswa dan guru. Analisis data menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan memahami bahasa asing pada siswa yang mengikuti program ini. Selain itu, siswa menunjukkan kemajuan dalam penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran, seperti mencari informasi, berkomunikasi daring, dan menyelesaikan tugas berbasis digital. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa program multibahasa tidak hanya meningkatkan kompetensi bahasa siswa, tetapi juga mendorong penguasaan keterampilan digital yang relevan dengan tuntutan era modern. Dengan pendekatan yang inovatif, program ini dapat menjadi model pendidikan yang efektif untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global.
Analisis Pragmatik Metafora dalam Kumpulan Puisi K.H. Mustofa Bisri Nahdlatuzzainiyah, Nahdlatuzzainiyah
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, February 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i1.54

Abstract

Metafora dalam puisi memiliki peran penting dalam menyampaikan makna yang lebih dalam dan memperkaya pengalaman estetik pembaca. Penelitian ini menganalisis penggunaan metafora dalam kumpulan puisi karya K.H. Mustofa Bisri melalui pendekatan pragmatik. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis metafora yang digunakan serta mengkaji fungsi pragmatik yang terkandung di dalamnya. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis data berdasarkan teori metafora konseptual dari Lakoff dan Johnson serta teori tindak tutur pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora dalam puisi-puisi K.H. Mustofa Bisri tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi estetis, tetapi juga memiliki peran komunikatif yang kuat dalam menyampaikan pesan moral, nilai-nilai keislaman, serta kritik sosial. Selain itu, penelitian ini mengungkap bahwa penggunaan metafora dalam puisi-puisinya sering kali bersifat reflektif dan simbolis, mencerminkan pengalaman spiritual dan pemikiran sufistik penyair. Temuan ini menegaskan bahwa pemaknaan metafora dalam puisi tidak hanya bergantung pada struktur bahasa, tetapi juga pada konteks sosial dan budaya yang melingkupinya.
Pengaruh Kata Serapan Bahasa Belanda dan Portugis Terhadap Stuktur dan Leksikal Bahasa Manado Agustawan, Dewa Made
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, August 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i2.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kata serapan dari bahasa Belanda dan Portugis terhadap struktur dan leksikal Bahasa Manado. Sebagai salah satu bahasa daerah yang berkembang di wilayah Indonesia timur, Bahasa Manado telah mengalami banyak perubahan akibat kontak budaya dan sejarah kolonialisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan pengamatan terhadap penggunaan bahasa dalam percakapan sehari-hari. Analisis dilakukan dengan cara mendeskripsikan kata-kata serapan yang ditemukan, menelusuri asal-usul katanya, serta menganalisis perubahan bentuk dan maknanya dalam konteks lokal. Bahasa Manado, meskipun dianggap sebagai variasi dari Bahasa Melayu, memiliki kekhasan tersendiri yang muncul dari interaksi panjang dengan bangsa Portugis dan Belanda, terutama selama masa kolonial. Beberapa kosakata seperti "capeo" dari chapéu (Portugis), "lenso" dari lenço, atau "vork" dari vork (Belanda) menunjukkan bahwa kontak bahasa telah memperkaya ranah leksikal, terutama dalam bidang domestik, sosial, dan administrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata serapan dari bahasa Belanda dan Portugis memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya kosakata Bahasa Manado, tanpa mengganggu struktur sintaksis dasar yang tetap mempertahankan bentuknya sebagai bahasa daerah. Temuan ini menegaskan bahwa pengaruh bahasa asing tidak serta-merta mengubah identitas linguistik lokal, melainkan berperan dalam membentuk dinamika bahasa yang adaptif dan berlapis sejarah. Penelitian ini berkontribusi pada studi linguistik historis dan sosiolinguistik, serta menjadi landasan untuk pelestarian bahasa daerah dalam menghadapi perubahan zaman.
Strategi Kesantunan dalam Kolom Komentar Video LOGIN Episode 30: Analisis Pragmatik Berdasarkan Teori Brown dan Levinson Husni, Saadillah; Ramdhani, M. Wahyu; Idayanti, Rini; Lana, Indah Rosita; Setiawan, Irma
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, August 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i2.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi kesantunan dalam komunikasi daring melalui analisis pragmatik terhadap komentar warganet pada video YouTube program Login episode 30 bersama Prof. Dr. Quraish Shihab. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola interaksi sosial, termasuk dalam konteks digital yang minim ekspresi nonverbal, sehingga menuntut strategi linguistik yang adaptif dan sopan. Dengan landasan teori kesantunan Brown dan Levinson, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode observasi non-partisipatif, di mana data diperoleh dari tangkapan layar komentar pada kanal YouTube Deddy Corbuzier dan dianalisis secara purposive berdasarkan relevansi dan intensi komunikatif. Analisis dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan validitas berupa triangulasi teori dan diskusi sejawat. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi positive politeness mendominasi dalam bentuk pujian, ekspresi emosional, dan penciptaan keakraban, sementara strategi negative politeness muncul dalam konteks permintaan maaf dan penghormatan terhadap kebebasan lawan tutur. Selain itu, strategi bald-on-record dan off-record digunakan secara signifikan dalam kritik tersirat maupun langsung terhadap pihak lain atau situasi tertentu, memperlihatkan dinamika komunikasi ekspresif yang tetap mempertimbangkan etika berbahasa di ruang publik. Temuan ini menegaskan bahwa kesantunan linguistik tetap menjadi instrumen penting dalam menjaga keharmonisan dan efektivitas komunikasi, bahkan di ruang digital yang terbuka dan anonim, serta memperkuat relevansi teori kesantunan dalam praktik komunikasi kontemporer.
Variasi Bahasa dalam Dialog Drama Sayang Ada Orang Lain Karya Utuy Tatang Sontani: Kajian Sosiolinguistik Renda, Rapi
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, August 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i2.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk variasi bahasa dalam dialog naskah drama Sayang Ada Orang Lain karya Utuy Tatang Sontani serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemunculan variasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode simak untuk pengumpulan data, dilengkapi teknik dasar sadap dan teknik lanjutan catat. Analisis data dilakukan dengan metode kontekstual, sedangkan penyajian hasil menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bahasa dalam naskah ini mencakup tiga jenis, yaitu variasi berdasarkan pembicara (idiolek, dialek, sosialek), pemakaian (situasional, fungsional), dan tingkat keformalan (resmi, tidak resmi, santai). Dominasi variasi terlihat pada aspek keformalan, yang merefleksikan latar sosial, psikologis, dan relasi kuasa antar tokoh. Faktor-faktor yang memengaruhi variasi bahasa meliputi faktor sosial (pendidikan, pekerjaan, usia, dan lingkungan sosial) serta faktor situasional (konteks percakapan, hubungan antar tokoh, dan tujuan komunikasi). Temuan ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kajian sosiolinguistik, khususnya dalam konteks analisis bahasa pada karya sastra drama Indonesia.
Bahasa Gaul sebagai Praktik Komunikasi Budaya: Kajian Pragmatik dalam Lingkungan Akademik Lazuardi, Ashar Banyu
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, August 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i2.141

Abstract

Bahasa gaul merupakan fenomena linguistik yang berkembang pesat dalam interaksi sosial masyarakat kini, terutama di kalangan mahasiswa. Keberadaannya tidak hanya mencerminkan kreativitas berbahasa, tetapi juga menunjukkan cara individu membentuk identitas, solidaritas, dan kedekatan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan bahasa gaul sebagai praktik komunikasi budaya dalam lingkungan akademik melalui pendekatan pragmatik. Fokus utama terletak pada bagaimana bahasa gaul digunakan dalam berbagai konteks interaksi di lingkungan kampus, serta implikasi pragmatis dari penggunaannya terhadap norma komunikasi formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi ragam tuturan mahasiswa, serta wawancara semi-terstruktur dengan sejumlah informan dari kalangan mahasiswa aktif. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori tindak tutur (speech act) dan implikatur Grice untuk memahami makna-makna yang tersirat dalam penggunaan bahasa gaul di lingkungan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul berfungsi sebagai penanda identitas kelompok, alat negosiasi sosial, serta sarana adaptasi budaya dalam komunitas kampus. Dalam situasi informal, bahasa gaul memperkuat rasa kebersamaan dan memfasilitasi komunikasi yang cair dan akrab. Namun, ditemukan pula kecenderungan terjadinya pergeseran batas formalitas dalam komunikasi akademik, yang berdampak pada biasnya norma-norma linguistik formal. Secara pragmatis, bahasa gaul sering digunakan untuk menyampaikan kritik secara halus, menurunkan tensi percakapan, dan menciptakan efek humor yang mempererat relasi sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa gaul bukan sekadar gejala penyimpangan linguistik, tetapi mencerminkan praktik komunikasi budaya yang kompleks. Oleh karena itu, penting untuk memahami penggunaan bahasa gaul secara kontekstual agar tidak mengganggu fungsi bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi ilmiah dan formal di lingkungan akademik.
Analisis Bahasa Visual dan Semiotika dalam Karya Affandi dari Perspektif Linguistik Gunalan, Sasih; Haryono, Haryono; Putrajip, Mohamad Yudisa
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, August 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i2.151

Abstract

Lukisan bukan sekadar media ekspresi estetis, tetapi juga merupakan sistem tanda yang menyampaikan makna. Dalam perspektif linguistik, khususnya melalui pendekatan semiotika, lukisan dapat dianalisis sebagai bentuk “teks” visual yang memiliki struktur, simbol, dan narasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa visual dalam lukisan-lukisan karya Affandi sebagai bentuk komunikasi non-verbal yang sarat akan tanda dan makna. Dengan pendekatan semiotika Saussure dan Peirce, serta didukung oleh pemikiran Roland Barthes, penelitian ini membongkar bagaimana bentuk, warna, garis, dan gestur dalam lukisan Affandi membentuk sistem tanda visual yang merepresentasikan emosi, realitas sosial, dan pengalaman personal sang seniman. Metode penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis visual terhadap lima karya Affandi yang dianggap representatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahasa visual dalam karya-karya Affandi tidak hanya menghadirkan pesan estetika, tetapi juga menyimpan kedalaman makna sosial, spiritual, dan eksistensial. Dalam konteks ini, Affandi bertindak sebagai “penutur” dalam sistem bahasa visual yang khas, memanfaatkan ikon, indeks, dan simbol secara simultan untuk membangun komunikasi emosional dengan penikmat karyanya. Temuan ini memperkuat argumen bahwa analisis linguistik, khususnya melalui pendekatan semiotika, dapat diterapkan pada seni visual untuk memahami pesan-pesan tersembunyi di balik bentuk dan warna. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada perluasan wilayah studi linguistik yang mencakup teks-teks non-verbal, sekaligus memperkaya kajian seni rupa melalui pembacaan semiotik yang lebih mendalam.

Page 1 of 1 | Total Record : 10