Kesehatan prakonsepsi merupakan upaya penting dalam mempersiapkan remaja menghadapi kehidupan reproduksi yang sehat di masa mendatang. Sikap remaja terhadap kesehatan prakonsepsi berperan dalam mencegah berbagai masalah seperti anemia, kehamilan usia dini, bayi berat lahir rendah, dan stunting. Media video banyak digunakan sebagai sarana edukasi kesehatan karena mampu menyampaikan informasi secara menarik melalui kombinasi unsur visual dan audio. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media edukasi berbasis video terhadap sikap remaja tentang kesehatan prakonsepsi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 137 remaja peserta Program Generasi Berencana (GenRe) di SMPN 11 Banjarbaru yang dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap skala Likert sebelum dan sesudah intervensi video edukasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebanyak 88,3% responden memiliki sikap baik, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 89,1%. Meskipun terjadi peningkatan proporsi sikap baik sebesar 0,8%, hasil uji Wilcoxon menunjukkan perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik (p=0,892). Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberian edukasi kesehatan prakonsepsi melalui media video satu kali belum mampu menghasilkan perubahan sikap yang bermakna. Oleh karena itu, edukasi kesehatan prakonsepsi perlu dilaksanakan secara berulang, terstruktur, dan didukung oleh keterlibatan sekolah, tenaga kesehatan, serta keluarga agar perubahan sikap remaja dapat terbentuk secara lebih optimal.
Copyrights © 2026