Pengembangan koperasi untuk penyandang disabilitas merupakan langkah strategis dalam memberdayakan mereka secara ekonomi dan sosial. Namun, terdapat beberapa permasalahan utama yang perlu diatasi, yaitu kurangnya regulasi internal yang jelas, keterbatasan kemampuan anggota dalam pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan yang belum terintegrasi. Koperasi PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia) memiliki potensi besar, tetapi operasionalnya masih terhambat. Solusi yang diusulkan mencakup tiga bidang utama: penyusunan regulasi internal koperasi untuk menciptakan tata kelola yang transparan, pelatihan pemasaran digital agar anggota dapat memanfaatkan platform online, dan pengelolaan keuangan modern dengan penggunaan software keuangan sederhana. Metode pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR). Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa penyusunan regulasi internal memberikan dampak yang baik kepada koperasi untuk menata tata kelola yang baik. Selain itu, luaran berupa situs web juga memberikan keluwesan kepada koperasi untuk mempromosikan produk yang akan berpengaruh terhadap penjualan dan keuntungan koperasi yang selanjutnya dapat dibagikan kepada anggota sebagai sisa hasil usaha. Pedoman laporan keuangan koperasi juga tidak luput dari pengabdian ini untuk memberikan kejelasan penyusunan laporan keuangan dan memberikan transparansi yang baik bagi koperasi dan anggotanya. Dengan demikian, keseluruhan luaran tersebut sekiranya dapat memberikan manfaat yang konkrit bagi koperasi penyandang disabilitas di kemudian hari.
Copyrights © 2026