Penyelenggaraan festival budaya merupakan salah satu strategi krusial dalam menjaga keberlangsungan identitas lokal di tengah arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kebudayaan pada Festival Cirendeu 2025 melalui kerangka tujuh unsur kebudayaan universal menurut Koentjaraningrat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan analisis teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Cirendeu 2025 berhasil mengintegrasikan unsur bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, peralatan hidup, mata pencaharian, religi, dan kesenian sebagai satu kesatuan sistem budaya yang dinamis. Festival ini berfungsi tidak hanya sebagai ruang ekspresi estetika, tetapi juga sebagai media edukasi, penguatan solidaritas sosial, dan penggerak ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026