Pekerja galangan kapal merupakan kelompok rentan gangguan fungsi paru akibat paparan asap las, debu logam, dan bahan kimia yang terus-menerus. Rendahnya pengetahuan dan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) pernapasan menjadi faktor risiko utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik pekerja galangan kapal dalam penggunaan respirator sebagai upaya pencegahan gangguan fungsi paru. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan media poster dan penyuluhan pada 36 pekerja galangan kapal di PT X Kota Batam. Pengukuran dilakukan dengan kuesioner tervalidasi sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, serta secara bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk membandingkan skor pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan bermakna pada ketiga domain: tingkat pengetahuan kategori "Baik" meningkat dari 22,2% menjadi 77,8% (Z=-5,234; p=0,000); sikap kategori "Positif" dari 27,8% menjadi 83,3% (Z=-5,198; p=0,000); dan praktik kategori "Patuh" dari 16,7% menjadi 72,2% (Z=-5,287; p=0,000). Program edukasi K3 berbasis media poster dan penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan kepatuhan penggunaan APD respirasi pada pekerja galangan kapal.
Copyrights © 2026