Berlokasi di Pondok Bahar, Kota Tangerang, Bank Sampah "Rajawali" melayani 75 nasabah aktif dari sekitar 200 kepala keluarga. Meski demikian, lembaga ini menghadapi persoalan serius dalam tata kelola keuangan. Catatan transaksi masih dikelola secara manual dengan sistem single entry tanpa format baku. Selain itu, tidak ada pemisahan jelas antara dana organisasi dan keuangan pribadi pengurus, sementara pelaporan rutin yang transparan tidak tersedia. Penelitian ini bertujuan menilai sejauh mana SIKEMAS (Sistem Keuangan Masyarakat) mampu meningkatkan transparansi dan efisiensi operasional. Desain studi kasus dengan pendekatan metode campuran digunakan. Melalui purposive sampling, terpilih 12 partisipan (lima pengurus dan tujuh nasabah). Pengumpulan data menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, analisis dokumen, serta wawancara. Data kuantitatif dianalisis dengan analisis deskriptif komparatif, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Implementasi berlangsung melalui lima tahap: sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan. Hasil menunjukkan bahwa SIKEMAS menjadikan catatan keuangan lebih terstruktur dan transparan. Para pengurus menunjukkan peningkatan kemampuan memisahkan keuangan pribadi dari dana organisasi serta menyusun laporan bulanan. Kepercayaan nasabah tumbuh, dan efisiensi operasional membaik. Singkatnya, model akuntansi berbasis Google Sheets ini terbukti efektif meningkatkan transparansi dan akuntabilitas bank sampah berbasis komunitas.
Copyrights © 2026