Prediabetes merupakan kondisi berisiko tinggi berkembang menjadi diabetes tipe 2, terkait dengan penyakit kardiovaskular, dislipidemia, dan berbagai komplikasi serius lainnya. Wanita pada masa transisi premenopause dan menopause menghadapi peningkatan risiko metabolik akibat penurunan estrogen yang berdampak pada profil lipid dan sensitivitas insulin. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam deteksi dini dan edukasi kesehatan di tingkat masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan terkait skrining prediabetes-diabetes pada wanita premenopause–menopause di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Kegiatan dilaksanakan tanggal 2–3 Juni 2026, melibatkan 18 kader, dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test 10 soal mencakup empat domain: konsep dasar, faktor risiko dan hubungan menopause, skrining dan deteksi dini, serta pencegahan dan peran kader. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan di seluruh domain. Rata-rata nilai meningkat dari 52,6% menjadi 82,8%. Peningkatan tertinggi pada domain Skrining dan Deteksi Dini (Δ = 32,5%). Pelatihan terstruktur terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kesiapan kader dalam skrining prediabetes berbasis komunitas.
Copyrights © 2026